11
Mon, Dec

Top Stories

Grid List

Fakfak, PASTI Indonesia – Sepertinya sudah menjadi pemandangan umum dimanapun juga, dalam setiap kampanye Calon legislatif, mereka yang menjadi Calon wakil Rakyat mengumbar sejumlah janji dan mengklaim apabila kelak terpilih akan menjadi corong utama masyarakat yang diwakilinya. Namun untuk membuktikan hal itu, agaknya seperti sebuah Retorika belaka. Hal yang sama juga di tunjukkan oleh Wakil Rakyat di DPRD Fakfak, sejak mencuat persoalan 501 yang diangkat oleh Formasi, Mereka yang mengaku dirinya sebagai Wakil Rakyat seolah hilang dari pandangan Rakyat yang sudah beberapa kali menduduki gedung DPRD Fakfak. Dan yang benar-benar mewakili rakyat hanyalah 4-5 orang saja.

Hilangnya Sejumlah besar anggota Dewan ini bukan tanpa sebab, Usut Punya Usut mereka yang “menghilang” itu terindikasi jelas memiliki kedekatan dengan Eksekutif, yakni Bupati Fakfak Saat ini yang memiliki banyak Skandal korupsi besar! Bukan tanpa dasar juga, menghilangnya sejumlah besar anggota Dewan ini disinylalir karena mendapatkan Ancaman terkait beberapa Proyek di Fakfak. Hal ini dibuktikan melalui Teman Dekat Bupati fakfak, yang juga menjadi Tameng Pelindung Bupati Fakfak yaitu Kajari Fakfak. Beberapa waktu lalu, Kajari di Suruh bernyanyi terkait Perjalanan Dinas Wakil Rakyat maupun sejumlah Proyek yang di duga melibatkan sejumlah nama-nama anggota Dewan di Fakfak tersebut. Hebat memang Kajari ini, Begitu banyak Skandal Korupsi Bupati tidak pernah diNyanyikannya, Wajar juga karena ini menyangkut Dapur dan Periuk Nasi Kajari fakfak.

Puncak Kemarahan Rakyat

Dengan tontonan model seperti ini yang di tunjukkan oleh Sejumlah Wakil Rakyat, ditambah kondisi Ekonomi Fakfak yang sedang terpuruk akibat korupsi dan beberapa Skandal Mark Up, yang dimana semakin mempersulit kehidupan Masyarakat Fakfak saat ini. Maka tidak menutup kemungkinan, Kemarahan Rakyat akan mencapai titik Puncaknya! Rakyat Fakfak sebagai Pemilik suara dan Kedaulatan, tentunya kapanpun dapat mencabut Mandat Pemimpin Daerah maupun Wakil Rakyat, baik melalui Mosi Tidak Percaya ataupun PETISI Rakyat yang akan berakhir pada PAW untuk Wakil Rakyat tersebut dan Berhentinya sang Kepala Daerah. Dengan Kemarahan Rakyat sebagai pemilik kedaulatan, maka tanpa harus menunggu Ayam Tumbuh Gigi, Jabatan Bupati sebagai pengemban Amanah Dapat dicabut kapanpun oleh Rakyat.

501 adalah Skandal Besar Pembunuhan Demokrasi Rakyat!

Terkait 501 ini, seperti yang sudah PASTI Indonesia angkat  sebelumnya. Adalah sebuah skandal besar yang telah membunuh Demokrasi sebagaian besar Rakyat Fakfak serta telah menipu Pemerintah Pusat. Tentunya hal ini sangat mencoreng Kabupaten Fakfak itu sendiri, ditambah tingkah laku Sejumlah Anggota Dewan yang Menghilang tatkala Masyarakat menunggu Jawaban Jelas terkait penyelesaian 501 tersebut. Jawaban Jelas telah diberikan KPU-RI terkait 501 ini, maka jelas pula Bahwa Jabatan Bupati Fakfak saat ini tidak Sah. Bagaimana dapat di katakan sah? Sebuah Dokument Rekayasa yang telah mengaburkan Fakta dipakai menjadi dasar sebuah PILKADA. Memang sebagian orang di pakai untuk mencoba membangun Opini ditengah Masyarakat Bahwa Pilkada Fakfak Telah Selesai! Memang benar Pilkada Fakfak telah selesai, namun Terjadi Mal Administrasi selama proses PILKADA tersebut. Fakta itulah yang berusaha dikaburkan dan dihilangkan oleh sebagaian orang! Karena itulah Hasil Pilkada Fakfak tidak Sah.

Bupati Ayam Tumbuh gigi!

Sebuah pelecehan kepada kedaulatan Rakyat dipertontonkan oleh Bupati Fakfak kepada Publik fakfak, melalui Kata-kata bahwa dirinya adalah Bupati sah, dan harus menunggu ayam tumbuh gigi baru dapat menurunkannya sebagai Bupati. Kata-kata yang sangat Arogan! Bupati sepertinya lupa, kekuasaan dan kedaulatan ada ditangan Rakyat, Bupati Hanyalah pengemban Amanah Rakyat! Apabila Rakyat sudah di Khianati, maka kapanpun Rakyat dapat mengambil kembali Amanah mereka! Apalagi ditambah semakin Jelasnya Skandal terkait 501, maka Tanpa Ayam Tumbuh gigi, Bupati Tidak Sah dari hasil PILKADA Mal Administrasi kapanpun dapat di cabut Amanahnya! Wong tidak Sah, Menteri Dalam Negeri sendiri saja tidak memberikan tandan tangan dalam Surat SK Pengangkatan tersebut, hanya diwakili oleh Pembina Utama Madya.  Yang secara implisit dapat digambarkan, MENDAGRI sendiri siap memperbaiki SK Pengangkatan tersebut apabila dikemudian hari terjadi Kesalahan dalam Keputusan Pengangkatan Tersebut, oleh karena itu Mohammad Uswanas tidak perlu terlalu menyombongkan diri. Nanti biarlah 501 sendiri akan menjadi Gigi Roda untuk membuktikan bahwa Hasil Pilkada Fakfak kemarin adalah MAL Administrasi dan tidak Sah. 

PASTI Indonesia sendiri sudah menyiapkan beberapa laporan terkait 501 dalam pilkada Fakfak, diantaranya Pidana ke BARESKRIM Mabes Polri, Mal Administrasi ke Ombudsman dan Suap ke KPK-RI. Serta PASTI Indonesia sedang mempelajari beberapa nama Anggota Dewan yang selama ini mangkir dari Rapat Dewan terkait 501. Kalau memang terbukti sejumlah anggota dewan tersebut tidak dapat manjadi corong Aspirasi Rakyat, maka PASTI Indonesia juga tidak segan untuk menjadi Corong Masyarakat untuk malaporkan Nama-Nama tersebut kepada Para Pemimpin Parpol tersebut untuk dilalukan PAW serta apabila memang terindikasi memiliki Skandal Korupsi, maka PASTI Indonesia juga tidak akan ragu untuk segera meng-KPK-kan para wakil Rakyat tersebut daripada hanya sekedar menjadi Tameng Bupati hasil Mal Administrasi untuk menghindari Rapat Rakyat terkait 501, atau menjadi alat dari Kajari yang tujuannya mengamakan Bupati hasil Pilkada mal administrasi. (arlx)

Jakarta, PASTI Indonesia – Menindaklanjuti surat jawaban KPU dengan Nomor 241/KPU/III/2017 yang tidak mampu menjawab  secara utuh kebenaran surat edaran 501, serta melihat kembali seluruh tahapan Pilkada Kabupaten Fakfak 2015 yang sangat Cacat Hukum. Maka semakin memperjelas bahwa telah terjadi sebuah Permufakatan Jahat,mulai dari pendaftaran bakal calon hingga lahirnya sebuah surat saat ini kita kenal sebagai surat edaran 501.

Jakarta, PASTI Indonesia – Sejurus dengan Persoalan yang sedang merebak di kabupaten Fakfak, terkait dengan Surat Edaran 501 yang akhirnya sudah mendapatkan Jawaban Terang Benderang dari KPU-RI, sehingga membuka Takbir Mal Administrasi Pilkada Fakfak 2015. Ya seperti itu juga Nasib Amus Atkana yang disinyalir kuat sebagai dalang lahirnya surat Edaran 501, Amus Atkana harus pupus dengan suara 0 dalam perebutan Kursi Komisioner KPU-RI.

Fakfak, PASTI Indonesia – Terjawab sudah Misteri Surat Edaran 501 Fakfak, sebagaimana yang Posting oleh Wakil Ketua DPRD Fakfak, Semuel Hegemur di Akun Facebook Pribadinya. KPU RI sudah memberikan Jawaban Resmi yang ditandatangani oleh Ketua KPU RI sendiri, Juri Ardiantoro.

Dalam sebuah survei ketika anak-anak NTT ditanya apa cita-citanya. Mereka menjawab riang mulai dari astronot, guru, hingga hansip. Semangat semacam ini terasa jika kita keliling NTT, di pelosok NTT kita temukan anak-anak berseragam SD yang gigih ingin pergi ke sekolah ramah melambaikan tangan,

Fakfak, PASTI Indonesia - Berbagai cara di tempuh untuk mencari kebenaran terkait Surat Edaran 501 (yang diduga hasil rekayasa), disisi lain berbagai cara juga dilakukan untuk membiaskan dan menciptakan seolah 501 itu adalah benar sebuah Surat Asli tanpa Rekayasa. Seperti itulah Realitas yang terjadi saat ini di Fakfak, Seolah terjadi pertarungan antara Pandawa Melawan Kurawa dalam epos Mahabharat.

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Fakfak, PASTI Indonesia - Keluar dari Mulut Harimau, sekarang berhadapan dengan Mulut Buaya, ungkapan ini mungkin yang paling tepat menggambarkan situasi yang dialami oleh Petani Pala Tradisional di Kabupaten Fakfak. setelah perjuangan panjang melawan tengkulak dan permainan harga, sekarang harus menghadapi Regulasi Pemerintah Daerah yang ingin mempersulit kemajuan Investasi khususnya untuk Pemberdayaan Petani  dan Pengolahan Hasil Perkebunan Pala.

PASTI Indonesia, Jakarta – Ketua Umum PASTI Indonesia, Susanto mengkiritisi Kinerja Kapolda Papua dan Papua Barat terkait keseriusan Penanganan terhadap Kasus Korupsi di 2 Provinsi tersebut.

Sebagaimana yang dilaporkan serta bukti yang ada di PASTI Indonesia, Sejak 3 tahun terakhir korupsi di Papua dan Papua Barat semakin “Menggila”,dibiarkan dan seolah di lindungin. Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak lepas dari Peran Aparat Kepolisian Daerah Papua dan Papua Barat yang tidak serius serta beberapa Oknum  Aparat ikut“Bermain”. Tidak heran, Hal ini bukan hanya menimpa Aparat Kepolisian Daerah saja, Bahkan Institusi Seperti KEJATI dan KEJARI juga Masuk ANGIN.

Jakarta, PASTI Indonesia – Direktur Nasional PASTI Indonesia, mempertanyakan ketegasan Presiden Joko Widodo terkait pembangunan di Papua, mengingat korupsi masih marak terjadi di Papua bahkan seolah-olah menjadi budaya sebagian pejabat daerah di Papua.

Jakarta, PASTI Indonesia - Pemerintah Pusat sibuk mencanangkan Pembangunan di PAPUA, itu adalah sebuah ide yang baik, karena selama ini pembangunan sama sekali belum terlalu dirasakan di Papua. Namun adahal yang perlu di kritisi, supaya tidak salah alamat. Mayoritas kebutuhan masyarakat papua adalah Pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan, Kok ini yang mau dibangun itu adalah Pangkalan Militer? ada apa? apakah Pemerintah ber"stigma" bahwa Masyarakat Papua adalah Separatis? semoga tidak ya.

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock

Jakarta, PASTI Indonesia - Koruptor di Tanah Papua masih di biarkan bebas leluasa dan duduk di bangku nyaman kekuasaan, lalu siapa yang harus kita salahkan? Sistem Pemerintahan yang buruk? Hukum yang mudah di perjual-belikan atau Para Penegak Hukum yang bermental Pencuri? Miris memang, sepertinya hal-hal itu menjadi Lumrah, dan akhirnya melahirkan sebuah Lingkaran Setan. Yang Awalnya lurus-lurus terpaksa bermain dan korupsi, karena sistem ditanamkan seperti itu, yang awalnya keras melawan korupsi akhirnya terpaksa diam karena Keadaan, semakin dia melawan semakin Terpuruk akhirnya demi ekonomi, Pekerjaan dan Jabatan, mereka dipaksa untuk menyerah melawan Korupsi.

Jakarta, PASTI Indonesia - Beberapa waktu lalu ramai Pemberitaan terkait Wajah Bupati Fakfak, Bupati Kaimana, dan Kajari Fakfak terpampang di Kloset Kamar Mandi, yang di Posting oleh FACEBOOK Ketua Umum PASTI Indonesia, Susanto atau lebih dikenal dengan Arlex Long Wu. Yang oleh sebagian pihak menganggapnya sebagai Penghinaan,terutama setelah diangkat oleh salah media online yang dikenal dekat dan Pro dengan Pejabat-pejabat bermasalah di daerah,diantaranya tiga yang sudah disebutkan diatas.

Biak Numfor, PASTI Indonesia - Sungguh Luar biasa Bajingan Kelakukan Bupati Biak Numfor, Thomas AE Ondy yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh POLDA PAPUA dalam Kasus Korupsi Kabupaten Mamberamo Raya yang merugikan negara sebesar 84 Milyar (Thomas AE Ondy TERSANGKA, Kado Awal Tahun yang Manis untuk PASTI Indonesia). Sudah menjadi seorang TERSANGKA dan Terbukti melakukan Korupsi dalam gelar perkara yang dilakukan jajaran KRIMSUS BARESKRIM POLDA PAPUA, dirinya masih berupaya mengkriminalisasi Aktifis Anti Korupsi Jhon Mandibo yang merupakan Sekjen PASTI Indonesia yang juga menjadi Koordinator Forum Peduli Kawasa Byak guna menutupi persoalan korupsi yang saat ini sedang dihadapinya.

Jakarta, PASTI Indonesia - Sebuah Kado Awal Tahun yang Manis bagi PASTI Indonesia di Tahun Baru 2017, tepatnya hari ini, 1 Januari 2017, Koruptor Besar Kabupaten Mamberamo Raya Serta Pejabat Bermental Preman, Thomas AE Ondy ditetapkan tersangka dalam Korupsi Dana APBD Kabupaten Mamberamo Raya, yang dimana telah merugikan Negara Sebesar 200 Milyar Lebih. Thomas AE Ondy saat ini adalah Bupati dari Byak Numfor, yang pada saat itu menjabat sebagai KABAG Keuangan Kabupaten Mamberamo Raya.

Kaimana, PASTI Indonesia - Keadilan tampaknya tidak pernah hadir secara sempurna di Kabupaten ini, Selain belum di prosesnya sang Koruptor terlapor Bupati Kaimana, Matias Mairuma. Keadilan Untuk Para Korban Pendidikan Abal-abal Ala Matias juga masih hidup dalam Tekanan dan Ketakutan. Mengapa demikian? Beberapa waktu lalu Masyarakat Adat Sibuk membuat Aksi guna mencari keadilan bagi Mereka. Di Satu sisi, Aparat Penegak Hukum, dari Kepolisian Lebih sibuk dengan Laporan Bupati Kaimana berupa Pencemaran Nama Baik yang di pakai untuk Mengintimidasi Masyarakat Adat dan Mengkriminalisasi Mereka yang Vokal terhadap Korupsi Program Pendidikan Abal-Abal Bupati.

Blame reflection candidates reserved motel slight cap scheduled italian. Sacrifice yankees possession intimate walking colored expanded. Relatives lonely suggestion safety lock