Rilke Jefri Huwae, Di Pindahkan Atau Di Selamatkan?!

PASTI Indonesia – Berita dipindahnya kajari Fakfak, Rilke Jefri Huwae sudah diterima PASTI indonesia kemarin Sore (Jumat, 27 April 2018). Jefri Huwae sendiri dalam catatan PASTI Indonesia sendiri memiliki rekam jejak yang buruk, selain skandal kerap meng”peti-es”kan kasus guna menambah pundi-pundi keuangannya, beberapa Proyek Pengadaan di Fakfak dan Kaimana juga banyak mengalir langsung ke kantung Pribadinya. Hal ini bukanlah tudingan semata,Ketua Umum PASTI Indonesia sendiri pernah menantang Rilke Jefri Huwae untuk sama-sama Pembuktian ke JAMWAS Kejaksaan Agung Republik Indonesia, namun tantangan itu hingga saat ini belum pernah di jawab oleh Jefri Huwae.

PASTI Indonesia sendiri sedang menelaah, pemindahan Jefri Huwae ini adalah sebuah Hukuman atau Penyelamatan terhadap karier Jefri Huwae, sebagai catatan TIM investigasi dari Makamah Agung sendiri beberapa waktu lalu turun ke Fakfak dan Kaimana, guna melakukan pemeriksaan internal terkait lambatnya penangganan Kasus Korupsi di kedua kabupaten tersebut. Kepindahan Jefri Huwae ini sendiri tentu membawa kesedihan mendalam bagi Koruptor di Fakfak maupun Kaimana, seperti Mohammad Uswanas maupun Matias Mairuma.

Dalam Catatan PASTI Indonesia sendiri, Mohammad Uswanas selaku Bupati Fakfak yang juga terlapor sekian banyak kasus Korupsi di Kabupaten Fakfak, kerap menggunakan JEFRI Huwae untuk mengintimidasi pihak-pihak yang mengkritisi jalannya pemerintahan Mohammad Uswanas, Contohnya dalam Kasus Kriminalisasi terhadap Dua Anggota dewan Dprd Fakfak yakni Semuel Hegemur dan Edward budiman jauh sebelum kasus ini bergulir ke persidangan, Jefri Huwae selaku Kajari sudah mempersiapkan rentut 7 Tahun atas kasus tersebut. Serta dalam temuan PASTI Indonesia sendiri, beberapa Kepala Kampung kerap di Intimidasi oleh Jefri Huwae terkait Dugaan Penggelapan Dana Kampung oleh Mohammad Uswanas, tujuan intimidasi ini sendiri guna meng-kambing hitamkan beberapa kepala kampung tersebut.

Terkait rekam jejak di Kaimana, Jefri huwae sendiri kerap menjadi Payung Koruptor kaimana, Matias Mairuma, beberapa Laporan Korupsi di Kaimana, pupus ditangan JEFRI Huwae, termasuk kasus Dana Haji itu sendiri yang sekarang baru naek kepermukaan, kasus itu sendiri di peti-eskan sekian lama oleh JEFRI Huwae hingga akhirnya terbongkar karena desakan Pengiat-pengiat Anti Korupsi di Kaimana. Bahkan Kasus Dana Haji sendiri diseting dengan rapih tanpa menyentuh dalang utamanya, yakni Matias Mairuma.

Jefri Huwae sendiri adalah pemain watak terbaik, saat dalam posisi terjepit karena adanya Tim Investigasi terkait pembiaran dan lambatnya penangganan kasus Korupsi di Fakfak dan Kaimana, dirinya sok sibuk dengan pencitraan seolah bekerja maksimal dan memiliki komitmen atas pemberantasan Korupsi didaerah. Baru-baru in akting apiknya di pertontonkan dengan melakukan penangkapan terhadap Fredy Iba (terlapor kasus Proyek Fiktif) di manokwari. Kasus itu sendiri adalah kasus yang telah lama di laporkan, namun sengaja tidak ditindak lanjuti dan di Peti-eskan. Mungkin karena sudah terdesak akan situasi dan desakan maka mau tidak mau, kasus yang di peti-eskan-nya sendiri harus dia bongkar lagi, demi menciptakan sebuah citra baik.

Ibarat Peribahasa Gajah didepan mata tidak terlihat, namun Semut diseberang nampak jelas, seperti itulah perilaku Jefri Huwae, Gurita Korupsi di Fakfak maupun Kaimana, seperti angin lalu baginya. Kasus Markup terkait Soundsystem dalam HUT kabupaten Fakfak saja, yang saat ini sudah ditangani oleh POLDA Papua barat, dahulunya pertama kali ditangani oleh Kejaksaan Negeri Fakfak, namun dipeti-eskan sendiri oleh JEFRI Huwae dengan selembar Memo. Oleh karena itu selanjutnya kasus dilaporkan ke Bareskrim POLRI dan KPK. Jefri Huwae sendiri dalam hal ini hanya pura-pura bodoh dan merasa tidak pernah ada laporan atau berkas terkait kasus markup soundsystem, padahal jelas-jelas tulisan tangan dialah dalam memo itu, untuk menghentikan dahulu penyelidikan atas kasus markup soundsytem tersebut. Karena dalam kasus markup itu sendiri melibatkan keponakan Mohammad Uswanas, yang bernama Munajat Uswanas serta tangan kanan Mohammad Uswanas yang bernama Samaun Dahlan. Kasus SAPI hingga Kasus Pengadaan Alat Rumah Sakit Umum Fakfak, sampai detik ini masih rapih dalam Peti-es berkat keapikan seorang JEFRI Huwae.

PASTI Indonesia untuk kesekian kalinya lagi, mempersilahkan JEFRI Huwae melakukan bantahan dan pembuktian, dengan sanksi jelas apabila Ketua umum PASTI Indonesia hanya melakukan Fitnah maka sudah siap untuk di proses pidana, namun apabila semua itu benar adanya, maka JEFRI Huwae harus mempertanggung jawabkan hal itu semua secara Pidana dan di COPOT sebagai seorang PNS.

Bagi PASTI Indonesia, kepindahan ini tidak akan mengurangi sedikit pun nilai kebenaran, sampai dimanapun JEFRI Huwae dipindahkan, maka Sampai disana PASTI indonesia akan terus menghantui langkah-langkahnya, Karena akan sangat berbahaya apabila didalam republik khususnya dalam ringkup Penegakkan Hukum, masih terdapat Aparat Penegak hukum seperti itu. (lex)

 

Terkait :

  1. Tanggapan Ketua Umum PASTI Indonesia, Susanto terkait Pernyataan Kajari Fakfak Di Infofakfak.com
  2. Ada Apa dengan Bupati Fakfak Dan Kajari Fakfak!!!
  3. Susanto : Kajari Fakfak, Rilke Jeffri Huwae adalah Jenis “Manusia Pengrusak PAPUA”.
  4. COPOT KAJARI FAKFAK, Rilke Jeffy Huwae, SH. MH. KAJARI kok melakukan Pembohongan PUBLIK!
  5. PASTI Indonesia Tantang Kajari di Jamwas Kejagung
  6. Kajari Fakfak, Tuai Penghinaan di Facebook? PASTI Indonesia : hahahaha, Itu PANTAS!

 

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *