21
Thu, Sep

Ada Apa dengan Bupati Fakfak Dan Kajari Fakfak!!!

Sorotan
Typography

PASTI Indonesia, Jakarta - Membingungkan bukan? akhir-akhir ini, Kajari fakfak di media online lokal sibuk melakukan konfirmasi media dan mengiring opini publik, pertanyaannya.. seharusnya yang kebakaran jenggot adalah BUPATI! karena dia yang dilaporkan, lalu kenapa Kajari yang sibuk mengcounter! yang lebih lucunya mengcounternya hanya di media lokal! sedangkan media nasional yang meliput berita dan sudah mengangkat berita ini ke Nasional, menghubunginya saja tidak di jawab-jawab! hanya merasa benar dan hanya berani di media sendiri saja kah? dan yang sangat lucu, setelah laporan ini "Meledak" di media Nasional, Kajari mendadak mengumpulkan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD) untuk penyuluhan Anti Korupsi di kediaman rumah dinas BUPATI. ada apa? kok sibuk penyuluhan bukan sibuk menelusuri dugaan Tindak Pidana Korupsi atas Laporan Masyarakat terkait Pengadaan SoundSystem dan Panggung Rigging HUT Fakfak ke-113.

PASTI Indonesia, Jakarta - Membingungkan bukan? akhir-akhir ini, Kajari fakfak di media online lokal sibuk melakukan konfirmasi media dan mengiring opini publik, pertanyaannya.. seharusnya yang kebakaran jenggot adalah BUPATI! karena dia yang dilaporkan, lalu kenapa Kajari yang sibuk mengcounter! yang lebih lucunya mengcounternya hanya di media lokal! sedangkan media nasional yang meliput berita dan sudah mengangkat berita ini ke Nasional, menghubunginya saja tidak di jawab-jawab! hanya merasa benar dan hanya berani di media sendiri saja kah? dan yang sangat lucu, setelah laporan ini "Meledak" di media Nasional, Kajari mendadak mengumpulkan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD) untuk penyuluhan Anti Korupsi di kediaman rumah dinas BUPATI. ada apa? kok sibuk penyuluhan bukan sibuk menelusuri dugaan Tindak Pidana Korupsi atas Laporan Masyarakat terkait Pengadaan SoundSystem dan Panggung Rigging HUT Fakfak ke-113.

Beberapa hari lalu, Direktur Nasional mengeluarkan Bantahan. Namun Hari ini Kajari membuat pelurusan lagi yang dimana sebuah blunder bunuh diri yang tentunya akan di jawab lagi oleh PASTI Indonesia. karena PASTI Indonesia memegang bukti Kuat Terkait Persoalan ini.

Yang Menjadi Tanda Tanya lagi ini perlu di kritisi adalah Bupati, Mohammad Uswanas dan Kepala Dinas PU, Samaun Dahlan ada di Jakarta. kalau merasa terganggu mengapa tidak melaporkan Pencemaran Nama Baik kepada Direktur PASTI Indonesia? atau membuat Bantahan di media Nasional. Malah mematikan Handphone mereka, dan beberapa awak media hingga saat ini tidak dapat menghubungi mereka untuk konfirmasi terkait persoalan ini!

PASTI Indonesia dalam hal ini, sudah melaporkan Kajari Fakfak kepada JAM WAS ( Jaksa Agung Muda Pengawasan) Kejaksaan Agung terkait pembohongan Publik yang dilakukan Kajari, karena menurut Direktur PASTI Indonesia, susanto, Kajari model seperti ini tidak pantas menjadi Kajari, bagusnya dicopot saja! Kajari kok bermain polemik dengan menggiring opini,bukannya sibuk melakukan penulusuran perkara! bagaimana bisa di percayakan untuk menangani kasus Korupsi kalau model Kajari Seperti ini! yang di giring kok opini tidak ada pelaporan, dan seolah-olah tidak ada kasus! begitu dapat bantahan, baru bicara lagi bahwa beda penyelidikan! konyol Bukan?! sedangkan PASTI Indonesia memegang Jelas bukti ini, dan oleh sebab itu juga, Direktur PASTI Indonesia menantang Kajari Fakfak untuk buka-bukaan data terkait ini di JAM WAS Kejaksaan Agung atau sekalian buka-bukaan data ke KPK!

blunder bodoh Kajari adalah dia lupa, bahwa dimana pun juga untuk pelaporan Kasus korupsi, demi alasan keselamatan, indentitas pelapor itu di rahasiakan! lah ini kok Kajari kekeh tidak ada pelaporan, seolah-olah memaksa membuka siapa nama pelapor! kalau tidak ada pelaporan bagaimana PASTI Indonesia bisa memiliki bukti kuat tahapan perkara ini! Namun sesuatu yang baik juga bagi PASTI Indonesia, bila Kajari Mengatakan tidak menangani Persoalan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Soundsystem dan Panggung rigging HUT Fakfak ke-113, maka Mempermudah PASTI Indonesia untuk meminta KPK langsung Turun Tangan mengambil alih perkara ini, karena tidak perlu lagi SuperVisi, terima kasih juga atas blunder Kajari ini. Jadi Tugas PASTI Indonesia menjadi lebih mudah, dan KPK lebih leluasa untuk mengangkat persoalan ini. (Arlx)