20
Mon, Nov

BERANTAS KORUPSI! Tangkap Bupati Mamberamo Demianus Kyeuw-Kyeuw & Bupati Biak Numfor Thomas Ondy

Sorotan
Typography

PASTI Indonesia, Jakarta - Korupsi bukan menjadi pemandangan Aneh di Papua sana, bila beberapa waktu Lalu Korupsi di Kabupaten Fakfak dibongkar yang melibatkan Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas berserta para koleganya. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Pemekaran Mamberamo Raya yang melibatkan Demianus Kyeuw-Kyeuw serta mantan Anak buahnya Thomas AE Ondy yang saat ini Menjadi Bupati Biak Numfor.

PASTI Indonesia, Jakarta - Korupsi bukan menjadi pemandangan Aneh di Papua sana, bila beberapa waktu Lalu Korupsi di Kabupaten Fakfak dibongkar yang melibatkan Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas berserta para koleganya. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Pemekaran Mamberamo Raya yang melibatkan Demianus Kyeuw-Kyeuw serta mantan Anak buahnya Thomas AE Ondy yang saat ini Menjadi Bupati Biak Numfor.

Modus Operandi Korupsi Fakfak dengan Mamberamo tidak jauh berbeda, yakni penyelewengan anggaran dan yang terlibat adalah Kolega-kolega yang menjabat di posisi Kunci di pemerintahan daerah. Bila di Fakfak, Pintu yang di Pakai adalah Pintu Dinas PU sebut saja langsung yang saat ini di jabat oleh SAMAUN DAHLAN (Terlapor di KPK) dan DPPKAD yang di jabat oleh Endro Kusuma (Terlapor di KPK), sedangkan di Mamberamo pintu yang di pakai hampir tidak jauh berbeda, hanya yang acap kali di pakai adalah Bagian Keuangan Sekda dan Bagian Bendahara Rutin yang di saat itu di Jabat oleh Thomas AE Ondy (Terlapor di KPK), yang saat ini menjadi Bupati Biak Numfor.

Jumlah Total kerugian Negara di 2 Kabupaten ini bila di kalkulasi hampir sama nilainya, di Fakfak dari beberapa laporan yang masuk kepada PASTI Indonesia, Kerugian Negara di Kabupaten ini sekitar kurang lebih 100M (dari 2011 hingga saat ini), sama halnya dengan laporan yang dibawa Koordinator Forum Peduli Kawasa Byak (FPKB), Jhon Mandibo kepada PASTI Indonesia, sesuai Laporan BPK kerugian Negara di Kabupaten Mamberamo ini hampir kurang lebih 100M.

Sampai saat tulisan ini diturunkan, para terlapor ini masih santai-santai saja dan beberapa bahkan terkesan melawan hukum. Tentunya PASTI Indonesia tidak akan diam dalam persoalan ini, Untuk Wilayah Fakfak, PASTI Indonesia bersyukur karena KPK sudah membentuk tim untuk menindak-lanjuti Persoalan Korupsi ini, bahkan dari Kejaksaan Agung dan Kepolisian Sudah Sibuk Serius menyelidiki persoalan ini, Semoga saja Para Aparat Penegak Hukum ini Tidak "Masuk Angin" seperti yang sudah-sudah, hal semacam ini akan menjadi Sorotan Khalayak umum bukan saja di Fakfak sana Namun di Masyarakat Nasional.

Untuk Kasus di Mamberamo, Yang melibatkan Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw, dan Kawan Dekatnya yang sekarang menjadi Bupati Biak Numfor, Thomas AE Ondy. PASTI Indonesia bersama Forum Peduli Kawasa Byak (FPKB) akan terus intens mendorong Kasus ini hingga para pelaku di Proses Hukum, apalagi Thomas AE Ondy sendiri sudah mengakui Menyalahgunakan Anggaran, Loh kok masih bisa bebas? dan tidak ditangkap? tentu ini menjadi Tanda Tanya besar untuk PASTI Indonesia dan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia.

Yang Cukup mengejutkan juga, melalui beberapa Bukti yang dibawa kepada PASTI Indonesia dan beberapa Informasi yang sudah  beredar di Media, Bupati Memberamo,  Demianus Kyeuw-Kyeuw, di duga terlibat dan menjadi Otak dari Hilangnya 17 orang di Memberamo (Demianus Kyeuw Kyeuw Diduga Sebagai Otak Hilangnya 17 Orang Di Mamberamo). Sungguh Luar biasa, selain permainan Anggaran, ternyata Kekerasan dan Pelanggaran HAM juga terjadi Memberamo ini.  ada apa dengan POLDA PAPUA BARAT saat itu? mengapa kasus Korupsi dan kasus Pelanggaran HAM ini seolah "di-diamkan"? saat itu Kapolda Papua Barat adalah Kepala BNPT saat ini Bapak Irjen Tito Kanarvian, bukankah yang kita kenal Pak Tito kaya akan Prestasi? hingga menjadi rising star di jajaran POLRI saat ini? kok kasus semacam ini bisa mangkrak dan tidak di telusuri hingga mendalam? ada apa?

Tentunya PASTI Indonesia dan Segenap Masyarakat Indonesia yang Cinta Akan Negeri ini dan berharap Negeri Ini bersih dari Korupsi serta Keadilan Hukum, sangat berharap Keseriusan Pemerintah Pusat, Khususnya Negara dalam hal ini Presiden Jokowi untuk berani Tegas dalam membangun Papua dan Memberantas Korupsi di Papua yang sudah sangat menyiksa Rakyat Papua dan menghambat pembangunan di Papua. Oleh karena itu Presiden harus berani menindak Tegas apabila ada Aparat Penegak Hukum yang bermain-main dalam persoalan ini, serta Lembaga Anti Rasuah KPK harus Serius dan secepatnya Memproses Persoalan Korupsi di Papua, Khusunya yang Saat ini Banyak di Laporkan, Fakfak, Memberamo Raya dan Biak Numfor! dan KPK harus memiliki keberanian untuk melawan Institusi lain apabila ditemukan permainan Oknum tertentu yang ingin menghambat Proses Persoalan Korupsi di Papua.

PASTI Indonesia dan Forum Peduli Kawasa Byak secepatnya akan memberikan Bukti Baru dan meminta Keseriusan Penegak Hukum serta Lembaga Anti Rasuah, KPK untuk segera menangkap Bupati Memberamo,Demianus Kyeuw-Kyeuw dan Mantan kaki tangannya yang saat ini menjadi Bupati Biak Numfor, Thomas AE Ondy! (admin)