21
Thu, Sep

Aparat melakukan dan Mempertontonkan Kekerasan! Catatan Merah Kepolisian RI

Sorotan
Typography

Singkawang - PASTI Indonesia - Entah apa yang ada di kepala Polwan yang bernama DEDE ini, bersama 3 rekannya melakukan tindak penganiyayaan terhadap seorang Remaja! Peristiwa ini terjadi di Singkawang, Kalimantan barat pada Hari minggu tanggal 21 Agustus 2016 lalu. Sebagaimana yang di wartakan oleh Perekam dan saksi mata sendiri dengan nama Chi Bui Tho melalui Account Facebooknya.

Singkawang - PASTI Indonesia - Entah apa yang ada di kepala Polwan yang bernama DEDE ini, bersama 3 rekannya melakukan tindak penganiyayaan terhadap seorang Remaja! Peristiwa ini terjadi di Singkawang, Kalimantan barat pada Hari minggu tanggal 21 Agustus 2016 lalu. Sebagaimana yang di wartakan oleh Perekam dan saksi mata sendiri dengan nama Chi Bui Tho melalui Account Facebooknya.

Adapun Persoalan ini menurut si Perekam, Hanyalah hal sepele. Namun sungguh tidak Pantas Seorang Aparat menunjukkan kelakukan seorang Keparat dengan Pakaian Dinas, melakukan kekerasan di depan Publik, bahkan menghardik sang perekam! Bukan hanya sang Polwan saja, dalam video tampak si remaja juga ikut dianiaya 3 orang lainnya yang di duga Rekan dari Polwan tersebut!

Sebagai Seorang Aparat Penegak Hukum, Sepatutnya Polwan ini memahami betul Sebuah Tindak Penganiyayaan adalah pelanggaran Hukum Pidana, dan Fungi dari Kepolisian adalah Pengayoman bagi Masyarakat! loh ini kok seharusnya sebagai pengayom malah melakukan Kekerasan dan mempertontonkan kekerasan! Mungkin Polwan ini kurang Piknik, sehingga dia Lupa bahwa Seragam yang digunakan mencerminkan Institusinya, Tingkah Laku Polwan ini semakin menambah sederetan Presden Buruk Masyarakat kepada Kepolisian.

Kapolri Tito Kanarvian, beberapa waktu lalu mengatakan akan mereformasi Tubuh Polri guna mengembalikan Citra Kepolisian serta menghapus catatan merah Perilaku Oknum Aparat Kepolisian, Tentunya Kasus yang di lakukan oleh Dede berserta Kawannya tidak boleh lepas dari Sanksi Disiplin dan Saksi Jabatan! Selain Melanggar SOP dan Protap, tentu Tindakan Pidana tidak boleh di lepaskan begitu saja, Harus diingat bahwa Anggota Polri juga harus tunduk pada Peraturan Disiplin dan Kode Etik Profesi yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (“PP 2/2003”), dan kode etik kepolisian yang diatur dalam Perkapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia (“Perkapolri 14/2011”). (arlex)

Video Kekerasan Polwan DEDE