20
Mon, Nov

Pemprov Papua, Utamakan Korupsi Daripada Membangun SDM Papua!

Sorotan
Typography

Jakarta, PASTI Indonesia - Korupsi sepertinya sudah menjadi bagian tidak terpisahkan bila kita berbicara Soal Papua, Korupsi yang dibiarkan merejalela membunuh jutaan Harapan dan  Prestasi yang sebenarnya bisa dicapai oleh Masyarakat Asli Papua. Pembiaran Seperti ini Mungkin Skema yang memang sengaja diciptakan untuk melakukan "Pembodohan" dan menghambat pembangunan SDM Papua.

Jakarta, PASTI Indonesia - Korupsi sepertinya sudah menjadi bagian tidak terpisahkan bila kita berbicara Soal Papua, Korupsi yang dibiarkan merejalela membunuh jutaan Harapan dan  Prestasi yang sebenarnya bisa dicapai oleh Masyarakat Asli Papua. Pembiaran Seperti ini Mungkin Skema yang memang sengaja diciptakan untuk melakukan "Pembodohan" dan menghambat pembangunan SDM Papua.

Akhir-Akhir ini Media diramaikan dengan Prestasi 2 Anak Papua yang menembus NASA, Dua anak itu adalah Bob Royend Sabatino Kaway dan Thinus Lamek Yewi, kedua Pelajar ini adalah Siswa Kelas XII di SMA Advent Doyo Baru yang terletak di Distrik Waibu, Desa Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua.

Bob Dan Thinus, berhasil menembus NASA, Setelah berhasil dengan penelitian Jenis Padi yang dapat tumbuh di Luar Angkasa, Awalnya Dinas Pendidikan berkunjung ke sekolah-sekolah dan menjaring anak-anak berprestasi untuk gabung dalam penelitian yang bekeja sama dengan NASA. Pada awal bulan Oktober, Bob dan Thinus mengikuti seleksi awal di Dinas Pendikan Jayapura. Seperti yang dituturkan Bob, dari SMA Advent Doyo Baru ada 12 anak yang mengikuti seleksi awal. Lalu mengerucut menjadi empat orang, hingga akhirnya terpilihlah Bob dan Thitus.

Dua anak Papua ini tergabung dalam tim Padi. Penelitian yang akan mereka kerjakan tentang uji coba apakah padi bisa tumbuh di luar angkasa. Seperti yang diketahui, kondisi atmosfer, gaya gravitasi dan tekanan udara di luar angkasa jauh berbeda dari bumi. Ide penelitian tersebut dicanangkan oleh para ahli dan Dinas Pendidikan. Tim penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu, Tim Padi dan tim Ragi. Penelitian ini nantinya akan dilakukan di  Center for Innovative Learning, Serpong. Kedua tim ini, juga melakukan engineering dan flight test di San Jose, Amerika Serikat. Nantinya para siswa diharapkan bisa mengembangkan ide penelitian ini dengan bimbingan dari berbagai ahli dari LAPAN, IPB, ITB dan Surya University.

Saat ini, hasil penelitian mereka sudah lolos flight test NASA. Bahan telah diluncurkan dengan roket United Launch Alliance Atlas V yang diluncurkan dari Space Launch Complex 41 di Cape Canaveral Air Force Station. Bob dan Thinus akan mempresentasikan hasil penelitian tersebut di Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research di Washington DC pada November 2016 mendatang. Tentu hal ini menjadi angin segar untuk perkembangan penelitian dan ilmu pengetahuan Indonesia. Dan istimewanya justru dilakukan oleh anak SMA.

Prestasi membanggakan dari Bob Dan Thinus, mungkin hanya sebagian kecil cerita prestasi yang mampu ditunjukkan oleh Anak-Anak Papua, diluar sana bila Pemprov Papua Serius dalam membangun Pendidikan, mungkin ada Ratusan Ribu Talenta seperti Bob dan Thinus yang dapat mengharumkan nama Bangsa. Namun Jika melihat dan mengkaji kembali Anggaran APBN dan Otsus untuk Papua, sangat miris sekali, Dana yang seharusnya untuk Pembangunan Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan telah tercatut dulu oleh Korupsi-Korupsi yang merajalela disana. Dan itulah yang terjadi, Pembunuhan Talenta Dan SDM Masyarakat!

Pemerintah Pusat Sepatutnya dapat tegas terhadap Tindakan Korupsi yang dapat menghambat pembangunan Pendidikan dan Kesehatan di Papua sana, Program Pemerintah Pusat sendiri tidak berjalan dengan baik disana, sebut saja salah Satunya Kartu Indonesia Sehat yang sudah dianggarkan dengan dana Fantastis, namun Faktanya, orang Papua yang Sakit dipersulit dan diberikan pelayanan buruk oleh Rumah sakit! salah satunya Rumah Sakit Dian Harapan di Jayapura sana! Dan Pemprov Papua sendiri seolah Abai dengan hal-hal semacam ini! besar dugaan, Dana yang seharusnya di plot untuk kesehatan sudah di catut terlebih dahulu oleh oknum-oknum nakal disana, sehingga mayoritas Rumah sakit Menolak KIS (kartu Indonesia Sehat). Dan untuk Masyarakat di Kampung-Kampung sangat kesulitan untuk mencapai Rumah Sakit dan Sekolah, dikarenakan Infrastruktur yang belum terbangun dengan baik, Pada Akhirnya Benih-benih Talenta dan SDM yang berprestasi harus "Gugur" dikarenakan Pengelolaan Dana Anggaran yang Buruk, serta Pembiaran Korupsi yang merajalela! Sepertinya Bapak Presiden Jokowi, harus segera merealisasi Kata-katanya, "Betapa Pentingnya Papua bagi Indonesia", semoga itu bukan hanya sekedar jargon kampanye 2014 lalu untuk mendapatkan suara dari Papua, Saat ini Masyarakat Papua butuh Perhatian khusus Pak Presiden. (arlex)