21
Thu, Sep

Matias Mairuma! Makzulkan! Pemimpin Tidak Ada Yang Merangkap Penipu!

Sorotan
Typography

Jakarta, PASTI Indonesia - Sudah hampir sebulan ini, situasi Kabupaten Kaimana cukup Memanas. hal ini tidak lain dikarenakan terbongkarnya kedok Bupati Kaimana, Matias Mairuma Atas Program Abal-Abal Pendidikan Ke Jerman yang merugikan negara hampir kurang lebih 22 Milyar lebih yang menggunakan APBD Kab Kaimana, dengan perincian :

  1. APBD Tahun 2014 = 6.000.000.000
  2. APBD Tahun 2015 = 6.445.000.000
  3. APBD Tahun 2016 = 9.700.000.000

Jakarta, PASTI Indonesia - Sudah hampir sebulan ini, situasi Kabupaten Kaimana cukup Memanas. hal ini tidak lain dikarenakan terbongkarnya kedok Bupati Kaimana, Matias Mairuma Atas Program Abal-Abal Pendidikan Ke Jerman yang merugikan negara hampir kurang lebih 22 Milyar lebih yang menggunakan APBD Kab Kaimana, dengan perincian :

  1. APBD Tahun 2014 = 6.000.000.000
  2. APBD Tahun 2015 = 6.445.000.000
  3. APBD Tahun 2016 = 9.700.000.000

Faktanya Anak-anak dari 8 Suku Asli yang ada di Kaimana, diberangkatkan bukan untuk Pendidikan Tinggi (Kuliah), Namun Hanya untuk Kursus Bahasa Jerman. Selain Persoalan Program Abal-abal Ke Jerman, Yang Paling Nyata Bupati Tega memaksa Anak-anak ini yang sebelumnya menempuh pendidikan dengan Baik di Sekolah Surya Institude, demi Memaksakan Program Abal-abal untuk mempertebal Kantongnya, Anak-Anak ini kemudian ditarik dari sekolah resmi kemudian dibiarkan menempuh Kejar Paket C. Program ini sebenarnya Murni Kepentingan untuk Kampanye Bupati untuk memperoleh simpati Masyarakat, di beberapa media digembar-gemborkan Bupati Sudah MOU dengan salah satu Universitas di Jerman (baca :Teken Kerjasama Pendidikan, Bupati Kaimana Bertolak ke Jerman) Faktanya itu adalah Omong KOSONG! [ot-caption title="Mereka Terkatung-Katung Di Hotel, Kalau sudah MOU, seharusnya mereka Sudah Di ASRAMA Mahasiswa!!!" url="http://pastiindonesia.org/wp-content/uploads/2016/10/14372356_1675983356063036_2594377307862718551_o.jpg"]

lihat Pengakuan Mereka : [ot-video type="youtube" url="https://www.youtube.com/watch?v=HLMwTT0FE7w"]

Sebelumnya, Sudah Ramai di Media Sosial Bahwa Bupati Melakukan Penipuan dengan Program Studi Abal-Abal. Namun seperti biasa, Bupati Matias Mairuma menggunakan kaki tangannya untuk melakukan bantahan, dengan balil aneh-aneh, yakni pencurianlah, Pemabukanlah. Dan yang paling Kejam adalah memaksa mereka Membuat video Kesaksian Palsu untuk menandingi Video pengakuan mereka sendiri. Pembuatan Video Tandingan tersebut, dari pengakuan dua adik-adik yang sudah kembali ke kaimana, mereka dibawah Ancaman dan dipaksa karena Surat-Surat Sekolah mereka di tahan Oleh Pihak ke-3 Yakni Kaki Tangan Matias Mairuma yang berinisial R_Ang,yang juga berperan penting dalam Program Abal-abal Ke Jerman! ( Baca Hasil Investigasi PASTI Indonesia, yang di liput Khusus oleh Mataangin News : PASTI Indonesia: Beasiswa Fiktif Kaimana Rugikan Negara Sedikitnya 22 Milyar)

Setelah di Paksa membuat Video Tandingan yang Jelas adalah kesaksian Palsu, Hal Penipuan masih berlanjut, Adik-adik tersebut dibawa untuk mendaftar ke Universitas Nasional Jakarta, Setelah test kesehatan dan test ujian Masuk. Faktanya mereka juga tidak kuliah, karena Tidak ada Anggaran dari Pemda Kaimana! OMG, Luar biasa sekali Bupati Kaimana, Matias Mairuma, kemana Dana Anggaran Pendidikan? Katanya Pendidikan adalah Jembatan Emas? atau mungkin maksudnya melalui Program pendidikan Abal-abal yang dia buat itu adalah Jembatan Emas untuk dia memperkaya diri! sepertinya demikian arti harfiah bagi dirinya.

Sejak Merebak dan Terciumnya Penipuan Publik ini, terhitung satu bulan belakangan ini, Masyarakat Kaimana Tumpah Ruah ke jalan untuk mengejar tanggung jawab Bupati Kaimana tersebut, entah memiliki Sihir atau sudah terlalu malu, Sampai Detik ini Batang Hidungnya tidak pernah Tampak, dan bak hilang di telan Bumi, Keberadaannya tidak jelas. Ya Mungkin benar kata pribahasa, "Maling Kalau Mengaku Penjara Sudah Penuh", lucunya Matias Mairuma disisi lain dapat bimsalabim menghilang dulu, maka bimsalabim juga disisi lainnya dia menggerakkan "orang-orang"nya untuk bergerak melakukan demo tandingan. Dan cara-cara Seperti ini bukan baru dilakukan oleh Matias Mairuma, pada peristiwa demo penolakan dirinya karena skandal "pemalsuan Dokumen" yang dibantu Pengadilan Negeri Fakfak, hal semacam ini juga di lakukan olehnya, yakni menciptakan bentrokan massa,dengan membuat Demo Tandingan baru.

Pemimpin Seperti ini sudah tidak dapat di tolerir, seharunya DPRD Kab. Kaimana yang katanya "Wakil Rakyat" yang dipilih oleh Rakyat lebih Jeli dan Peka atas apa yang sedang terjadi! seperti kata Iwan Fals, Wakil Rakyat bukan Paduan Suara yang hanya tau nanyian lagu Setuju, atau hanya sekedar Datang, Duduk, Diam! Pemakzulan adalah hal yang Pantas untuk Pemimpin Seperti Matias Mairuma! bagaimana menjadi Seorang Pemimpin, Kalau Rakyatnya sendiri di Tipu dan di jadikan Jembatan Emas untuk memperkaya dirinya sendiri!

Miris kalau sampai detik ini DPRD Kab Kaimana masih bermain Tarik Ulur kepentingan dengan Bupati, ini bukan lagi Soal Kepentingan Politik! ini adalah Persoalan Rakyat, DPRD adalah Rumah Aspirasi Rakyat, dan Sepatutnya di pergunakan Murni untuk Suara Rakyat, kecuali DPRD Kab. Kaimana sendiri mau dituding terlibat Scandal dengan Bupati, dan Menjadi Kaki Tangan Bupati. Bila demikian Adanya, Maka Wakil Rakyat harus membaca kembali Sumpah Jabatan, Tugas Utama Wakil Rakyat! Semoga Ada setitik Nurani dari Para Wakil Rakyat di Kaimana Sana untuk berani mengambil Tindakan Tegas terhadap Bupati, karena Wakil Rakyat memiliki Hak Angket dan Hak Interpelasi, Jika tidak maka DPRD Kab. Kaimana harus studi banding Ke DPRD Garut yang memakzulkan Bupatinya Aceng Fikri hanya karena Etik Kepatutan, Yakni Nikah Kilat!

Sebuah Kebohongan, harus ditutup oleh sepuluh kebohongan baru, dan sepuluh kebohongan harus ditutup dengan seratus kebohongan baru, begitu seterusnya! Apakah Wakil Rakyat bersama Rakyat ingin terus dibohongi? dan melindungi sebuah kebohongan? Tuhan saja tidak dapat melindungi yang namanya Kebohongan? Apakah kita manusia biasa, mau ikut serta dalam melindungi kebohongan tersebut? untuk Para Wakil Rakyat, Untuk para Aparat Penegak Hukum, Silahkan tanyakan ke Nurani Anda, Puluhan Fakta dan Data Sudah di depan Anda, sekaranglah saatnya mengembalikan dan menegakkan Supremasi Hukum, Aturan dan Kepatutan! (Arlex)