20
Mon, Nov

Waspada,Upaya Melegalkan Surat Rekayasa Menjadi Surat Sah Dengan Karya Editan!

Sorotan
Typography

Fakfak, PASTI Indonesia - Berbagai cara di tempuh untuk mencari kebenaran terkait Surat Edaran 501 (yang diduga hasil rekayasa), disisi lain berbagai cara juga dilakukan untuk membiaskan dan menciptakan seolah 501 itu adalah benar sebuah Surat Asli tanpa Rekayasa. Seperti itulah Realitas yang terjadi saat ini di Fakfak, Seolah terjadi pertarungan antara Pandawa Melawan Kurawa dalam epos Mahabharat.

Fakfak, PASTI Indonesia - Berbagai cara di tempuh untuk mencari kebenaran terkait Surat Edaran 501 (yang diduga hasil rekayasa), disisi lain berbagai cara juga dilakukan untuk membiaskan dan menciptakan seolah 501 itu adalah benar sebuah Surat Asli tanpa Rekayasa. Seperti itulah Realitas yang terjadi saat ini di Fakfak, Seolah terjadi pertarungan antara Pandawa Melawan Kurawa dalam epos Mahabharat.

Sebagaimana dalam Kisah Mahabharata, Pihak Pandawa selalu berperang dengan cara-cara arief dan sesuai dengan peraturan perang yang sudah ditentukan, sedangkan pihak kurawa tentunya selalu bertolak belakang dengan cara-cara yang dipergunakan oleh pihak Pandawa. Sebagaimana kebiasaan Kurawa yang selalu mencari Pembenaran atas Kesalahan demi Kesalahan yang sudah dilakukan. Kembali ke kondisi terkini di Fakfak, jika beberapa bulan lalu sebagaimana yang sudah PASTI Indonesia angkat sebelumnya, Publik diramaikan dengan persoalan Surat Edaran 501 yang diduga jelas adalah Rekayasa, kini Publik seolah dibuat Yakin dan Percaya Seolah Surat 501 itu adalah jelas surat Asli. Sebagaimana yang Capture foto yang PASTI Indonesia terima dari salah satu Sumber Terpercaya, Beredar sebuah surat serupa dengan 501 yang sejak kemarin dipersoalkan, namun terdapat sesuatu yang berbeda dalam surat tersebut yakni terdapat Bubuh Stampel.

Berikut Tampilan Capture Surat Tersebut.

[ot-caption title="Capture 501, Di Duga Adalah Hasil Editan Yang Tujuannya Untuk Menyakinkan Publik" url="http://pastiindonesia.org/wp-content/uploads/2017/03/17361284_1326477380764737_1304597639_n.jpg"]

Dengan Memperhatikan secara Seksama Capture Foto tersebut, maka PASTI Indonesia menyakini bahwa ini adalah hasil editan, karena bagaimana mungkin bubuh Stampel dapat lebih dahulu dibandingkan tanda tangannya. Namun ini Sangat berbahaya bagi PASTI Indonesia dan Para Pencari Kebenaran 501, karena dengan adanya surat-surat seperti ini yang notabenenya adalah hasil Editan, maka kemungkinan besar tujuannya adalah mengeser opini publik, karena selama ini yang publik kejar adalah persoalan keaslian dan keabsahan daripada surat edaran 501.

Dan yang lebih Fatalnya, dari Informasi yang PASTI Indonesia dapatkan melalui beberapa Jaringan PASTI Indonesia, terindikasi adanya upaya untuk mendorong Surat Hasil Editan ini menjadi Surat ASLI, Mengapa Demikian? karena apabila memang benar Surat Edaran 501 ini terbongkar, maka sejarah akan mencatat Permufakatan Jahat terorganisir telah terjadi dan dibiarkan terjadi. tentunya bila terbongkar, maka akan menyeret banyak nama-nama Besar yang ikut serta dalam Permufakatan Jahat tersebut.

Upaya seolah Mendorong Surat Hasil Editan ini menjadi Asli, menurut PASTI Indonesia sendiri, memang sudah direncanakan dan dirancang dengan baik, Sebagaimana Penelusuran PASTI Indonesia, Sejumlah Pihak sengaja didorong untuk melakukan Pelaporan kepada Pihak berwajib, yang tujuannya seolah-olah mencari kebenaran terkait 501, namun disisilain dengan persiapan matang, team editor sudah mempersiapkan surat dengan bubuh Stampel, dan team lobby mencoba melakukan lobby di Jakarta agar Surat hasil editan tersebut mendapat dukung LEGAL. Tentunya Aparat Penegak Hukum Daerah Harus Jeli dalam membaca situasi, PASTI Indonesia sendiri mendukung Aparat Penegak Hukum untuk membongkar Skandal Surat 501 ini.

Dan PASTI Indonesia akan terus menyoroti dan mengawal Persoalan 501 ini, sebagaimana sebuah Kebenaran, walau terus ditutupi dengan sejumlah Kebohongan yang bertujuan untuk mencari Pembenaran, pada Akhirnya nanti Kebenaran akan terungkap, dan yang benar akan tetap pada kebenaran itu, yang mencari Pembenaran hanya akan terus melakukan Pembohongan. (arlex)