24
Fri, Nov

BANDAR RUGI BANYAK, AMUS ATKANA GAGAL SEBAGAI KOMISIONER KPU-RI

Sorotan
Typography

Jakarta, PASTI Indonesia – Sejurus dengan Persoalan yang sedang merebak di kabupaten Fakfak, terkait dengan Surat Edaran 501 yang akhirnya sudah mendapatkan Jawaban Terang Benderang dari KPU-RI, sehingga membuka Takbir Mal Administrasi Pilkada Fakfak 2015. Ya seperti itu juga Nasib Amus Atkana yang disinyalir kuat sebagai dalang lahirnya surat Edaran 501, Amus Atkana harus pupus dengan suara 0 dalam perebutan Kursi Komisioner KPU-RI.

Jakarta, PASTI Indonesia – Sejurus dengan Persoalan yang sedang merebak di kabupaten Fakfak, terkait dengan Surat Edaran 501 yang akhirnya sudah mendapatkan Jawaban Terang Benderang dari KPU-RI, sehingga membuka Takbir Mal Administrasi Pilkada Fakfak 2015. Ya seperti itu juga Nasib Amus Atkana yang disinyalir kuat sebagai dalang lahirnya surat Edaran 501, Amus Atkana harus pupus dengan suara 0 dalam perebutan Kursi Komisioner KPU-RI.

Amus Atkana sendiri, dalam catatan PASTI Indonesia memiliki sejumlah Skandal Buruk, selain Kasus Surat Edaran 501 sebagaimana yang sudah disinggung diatas. Dalam PILKADA Kaimana lalu juga Amus terlibat skandal dalam meloloskan salah satu kandidat incumben yang disinyalir menggunakan dokumen data kelahiran yang sudah di palsukan, namun dengan Mengesampingkan Kebenaran dan tidak melihat pada Fakta sebenarnya, yang bersangkutan juga di loloskan dengan mudah oleh Amus Atkana. Dan yang paling Anyar adalah dugaan Kasus Korupsi dalam Tubuh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Barat yang saat ini sedang di-lidik oleh Kejaksaan Negeri Manokwari.

Dengan Gagalnya Amus Atkana dalam Seleksi Kursi Komisioner KPU-RI tentu membuat sejumlah Pihak merasa ketar-ketir , Amus yang jauh-jauh hari sudah digadang akan menjadi salah satu komisioner KPU-RI harus pupus dan siap menghadapi beberapa pelaporan terkait Skandalnya, salah satunya adalah Pelaporan dari PASTI Indonesia, terkait permufakatan Jahat lahirnya Dokumen Surat Edaran 501 yang berlaku Diskirminatif untuk Fakfak.

Membawa Ketar Ketir bagi sejumlah Pihak

Tentu sejumlah Pihak yang dimaksud disini adalah mereka yang selama ini sudah mendapatkan kemudahan dari Amus Atkana selama kepemimpinannya menjadi ketua KPU Provinsi Papua Barat, dalam catatan PASTI Indonesia, sebagaimana yang sudah disinggung diatas, diantaranya adalah Bupati Fakfak terpilih yang dimana 501 dijadikan sebagai dasar, kemudian Bupati Kaimana yang pada pilkada kemarin menggunakan Dokumen data kelahiran palsu. Selain nama-nama besar tersebut, terdapat juga sejumlah pihak yang mengantungkan hidupnya kepada Amus Atkana, diantaranya adalah yang saat ini sedang di lidik oleh Kejaksaan Negeri Manokwari.

BANDAR RUGI BANYAK

Siapa kah bandar tersebut? Tentunya dalam hal ini PASTI Indonesia tidak mempunyai kewenangan untuk membuka hal tersebut, karena PASTI Indonesia tidak memiliki bukti otentik. Namun dari sejumlah informasi Masyarakat yang melaporkan kepada PASTI Indonesia, Sejumlah orang dilaporkan sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk membiayai dan mendukung yang bersangkutan sejak awal seleksi hingga Penentuan akhir, tentunya dana yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Untuk biaya real saja, harga pesawat paling murah sekitar 2 hingga 3 juta Rupiah sekali penerbangan, belum uang lobby-lobby sana-sini yang sudah bukan menjadi rahasia umum dimasyarakat kita. Tentunya dengan Kegagalan Amus Atkana, Sang Bandar Sangat Banyak. Selain rugi uang, rugi waktu, ditambah rugi pikiran. Karena ketar-ketir terkait Skandal yang sekarang ini banyak menjadi sorotan Public, diantaranya soal 501 di Fakfak, serta dugaan Korupsi ditubuh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Barat yang sedang di-lidik oleh kejaksaan Negeri Manokwari.

Dengan Gagalnya Amus Atkana, mungkin kerugian bagi sejumlah pihak, namun kebahagiaan bagi Masyarakat terutama yang ada di Kabupaten Fakfak dan Kaimana, yang dimana di fakfak sana pada pilkada lalu hak demokrasi mereka terampas dengan adanya surat Edaran 501, serta masyarakat kaimana yang harus dipertontonkan Pembodohan yang dimana Pemilik Surat Dokumen Kelahiran Palsu dapat melenggang lolos dalam pilkada Kaimana.

Memang mengejutkan sekali kegagalan Amus Atkana ini, dengan suara Nol Persen yang artinya tidak ada satupun anggota Komisi dua yang mendukungnya, mungkin ini yang patut disebut dengan Jalan Tuhan serta doa-doa dari mereka yang terzholimi selama ini dengan kepemimpinan  yang bersangkutan. Bagi PASTI Indonesia sendiri, Kegagalan Amus Atkana sebagai Salah satu Komisioner KPU-RI menandakan Adanya perbaikan dalam sistem Penjaringan Komisioner KPU, dengan hal itu juga menandakan Masyarakat termasuk para Wakil Rakyat di Komisi II DPR-RI menginginkan Perubahan juga dalam Tubuh KPU RI.

Dengan tidak terpilihnya Amus Atkana ini, bukan berarti Diskriminasi terhadap Wakil dari Papua, Namun memang sepatutnya siapapun dia, jika memiliki track record buruk dan sejumlah skandal maka tidak patut dan pantas untuk menjadi Komisioner KPU RI. Karena akan sangat berbahaya Justru bila yang model-model seperti Amus ini Lolos, dengan lolosnya seorang Amus mungkin akan lebih membunuh Ribuan atau Jutaan Hak Demokrasi Rakyat. (arlex)