21
Thu, Sep

PASTI Indonesia, Jakarta - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Fakfak Kapolres Fakfak, AKBP. Gazali Ahmad beserta 6 orang anggotanya telah mendatangi Sekretariat ELSHAM Fakfak pukul 14.20 WIT (17/06). Menurut Freddy Warpopor, Koordinator ELSHAM Fakfak, tujuan kedatangannya adalah untuk mengkonfirmasikan laporan pengaduan yang disampaikan oleh ELSHAM Fakfak, terkait kasus pornografi dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Resort (Polres) Fakfak terhadap anak dibawah umur.

Jakarta, PASTI Indonesia – Direktur Nasional PASTI Indonesia, Susanto melalui pembicaraan via telephone menyatakan sedikit kekecewaan terhadap wakil rakyat yang ada di DPRD Kabupaten Fakfak, menurutnya seharusnya wakil rakyat di DPRD Kab Fakfak dapat lebih sensitif menyikapi apa yang saat ini marak diperbincangkan dan menjadi sorotan masyarakat. Yakni Laporan Dugaan Mark Up Anggaran Pengadaan Sound System dan Panggung Rigging HUT Fakfak Ke-113 yang sudah dilaporkan ke KPK dengan Saksi Kunci Bapak Donatus selaku Mantan Wakil Bupati Fakfak.

Jakarta, PASTI Indonesia – Aksi Parkour di Candi Borobudur adalah Tindakan Pidana dan pelecehan Terhadap Negara serta Umat Buddhis secara khususnya. Sangat disayangkan, Pihak pengelola Tempat Wisata dan Cagar Budaya Candi Borobudur sampai kecolongan, tentu Ini terjadi karena lemahnya pengawasan. Walau setelah Video dirilis, bermunculan reaksi mengecam Aksi Parkour tersebut yang di jadikan iklan oleh minuman kesehatan RED BULL. Pemerintah terkesan lambat dalam menangani persoalan ini, terutama pemerintahan provinsi Jawa Tengah hanya mengegaskan bahwa tindakan parkour itu tidak berizin. Namun tindakan pidana seolah-olah lepas begitu saja, dan permintaan maaf kepada Pemerintah Indonesia secara umum serta permintaan maaf kepada Umat Buddha secara Khususnya tidak terlaksanakan hingga saat ini.

Laoreet tempus vestibulum in tortor tortor aenean fames id wisi enim. Quis id consequat nulla tempus maecenas est lorem parturient ante pretium. Lacinia faucibus consectetuer vestibulum elit quisque at et ultrices sed libero. Ut nam eu nunc enim curabitur non metus eu turpis eget. Aenean laoreet vitae morbi vestibulum vestibulum sociis tellus interdum cras.

Jakarta, PASTI Indonesia - Kekuasaan dan Uang akhirnya membutakan hati dan pikiran para pejabat daerah, dikala Indonesia sedang terpuruk secara Ekonomi, dan Pemerintah Pusat berjuang Keras melawan para Mafia Anggaran dan tindak korupsi, rupanya para pejabat di daerah masih banyak yang menjadi Raja-raja kecil dengan mengumpulkan punti-punti Rupiah dari APBD kedalam kantong pribadi mereka, serta kolega maupun keluarga mereka. Seperti itulah yang sedang terjadi di fakfak, pada Medio 2012 lalu, sudah pernah di laporkan kepada KPK oleh LSM KAMPAK Papua yang digawangi oleh saudara DORUS WAKUM bahwa sudah terjadi kejahatan kemanusiaan luarbiasa di fakfak, yakni korupsi pengadaan alat kesehatan, namun sepertinya laporan tersebut hanyalah angin lalu dan tidak mempan untuk raja-raja kecil pejabat daerah tersebut. Malah membuat mereka semakin lupa akan amanah mereka untuk menjadi pejabat daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk melakukan pembangunan yang merata di Indonesia, Jabatan dan amanah ternyata membuat mereka semakin lalai atas tugas pokok mereka, semakin membuat mereka terbuaikan oleh pundi-pundi rupiah. Seperti itulah yang terjadi saat ini di Fakfak.

Laoreet tempus vestibulum in tortor tortor aenean fames id wisi enim. Quis id consequat nulla tempus maecenas est lorem parturient ante pretium. Lacinia faucibus consectetuer vestibulum elit quisque at et ultrices sed libero. Ut nam eu nunc enim curabitur non metus eu turpis eget. Aenean laoreet vitae morbi vestibulum vestibulum sociis tellus interdum cras.