21
Thu, Sep

Jakarta, PASTI Indonesia - Oktober ini, tepatnya sudah memasuki 2 Tahun Kepemimpinan Presiden Jokowi. Beberapa Kinerja dinilai Cukup Memuaskan dan perlu di Apresiasi, namun terdapat 3 hal Menjadi Sorotan PASTI Indonesia, Yang dimana dirasa masih jauh dari Harapan. 3 Hal itu adalah : Persoalan Keberagaman, Pemberantasan Korupsi dan Penyelesaikan Kasus-Kasus HAM, dan dibawah ini akan kami ulas Nilai-Nilai Merah tersebut.

Jakarta, PASTI Indonesia - Seketaris Jenderal PASTI Indonesia, Jhon Madibo, mengkiritisi dengan keras atas rencana Maklumat Polda Papua, yang dimana menurutnya merupakan sebuah Penghianatan terhadap demokrasi itu sendiri. Apa yang di lakukan Masyarakat Papua hanyalah perwujudan dari pasal 28E ayat 3 UUD 1945, yang dimana tertulis jelas “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. lalu apabila Rencana Maklumat itu sendiri diwujudkan apakah tidak melanggar UUD 1945 yang menjadi Dasar Negara Republik ini? dan bukankah bentuk diskriminasi baru terhadap Rakyat Papua? sedangkan di Jakarta Sendiri, Demo-demo Anarkis dilakukan oleh Ormas-Ormas Tertentu,yang nyata-nyata jelas berindikasi Makar terhadap Pemerintah Pusat, dengan maksud ingin menganti Pancasila dengan bentuk lain. Namun demo-demo seperti ini di Jakarta hanya di-diamkan, mengapa bila warga Papua yang melakukan demo harus merasakan perlakuan yang berbeda? tandasnya.

Laoreet tempus vestibulum in tortor tortor aenean fames id wisi enim. Quis id consequat nulla tempus maecenas est lorem parturient ante pretium. Lacinia faucibus consectetuer vestibulum elit quisque at et ultrices sed libero. Ut nam eu nunc enim curabitur non metus eu turpis eget. Aenean laoreet vitae morbi vestibulum vestibulum sociis tellus interdum cras.

Laoreet tempus vestibulum in tortor tortor aenean fames id wisi enim. Quis id consequat nulla tempus maecenas est lorem parturient ante pretium. Lacinia faucibus consectetuer vestibulum elit quisque at et ultrices sed libero. Ut nam eu nunc enim curabitur non metus eu turpis eget. Aenean laoreet vitae morbi vestibulum vestibulum sociis tellus interdum cras.

Jakarta, PASTI Indonesia - Berdirinya Taman Komik  Nusantara dilatarbelakangi oleh tanggung jawab moral dan dedikasi seorang guru Sejarah dari Bekasi bernama Endah Priyati. Taman Komik Nusantara sebagai gerakan sadar budaya di kalangan generasi muda memiliki komitmen kuat sebagai wahana pendidikan berbasis kebudayaan ternyata penting untuk dikembangkan dalam upaya pengenalan sejarah dan pelestarian budaya Nusantara. Taman Komik Nusantara yang didirikan oleh Endah ini bervisi merawat budaya Nusantara melalui komik kreatif anak bangsa memiliki tujuan supaya generasi muda memiliki wawasan kebangsaan, meneladani perjuangan tokoh pahlawan bangsa dan mencintai sejarah serta seni budaya Nusantara yang luhur dan beraneka ragam (plural). Penggunaan media komik tentu saja sangat menarik generasi muda untuk mempelajari lebih dalam sehingga tumbuhlah benih-benih kecintaan terhadap aset budaya bangsanya sendiri, belajar yang menyenangkan dan humanis sesuai Tut Wuri Handayani.