Connect with us

Sorotan

Terlalu, Brimob Jadi Centeng Perusahaan Logging Kayu Intimidasi Masyarakat Pemilik Hak Ulayat Yang di Rampas!!

Jakarta, PASTI Indonesia – Akhir-akhir ini berita miring tentang kinerja kepolisian dapat dengan mudah kita temukan baik di media televisi maupun media sosial, mulai dari kekerasan terhadap massa aksi demostrasi, jurnalis hingga yang terbaru adalah penyiksaan terhadap kuli bangunan untuk dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukan. Agaknya jargon Promoter hanya lips service Kepolisian Republik Indonesia untuk mengangkat citra baik, namun pada fakta lapangan banyak sekali kita lihat tindakan tidak profesional, tidak moderat dalam penangganan aksi dan bahkan tidak terpercaya dalam menanggani kasus-kasus Korupsi.

Seperti yang terjadi minggu lalu diantara hari kamis atau jumat (antara tanggal 2-3 Juli 2020), di distrik Yamor kabupaten Kaimana, aparat Brimob yang ditugaskan menjadi PAM di perusahaan oleh Polda Papua Barat bernama Aipda Piterson dengan 1 anggota membawa senjata laras panjang, datang mengintimidasi masyarakat pemilik hak ulayat yang di rampas oleh HPH PT.Kaltim Utama yang sedang di kerjakan oleh PT. DJI (dharma Jati Indah), bahkan dari video yang beredar telihat Anggota Brimob tersebut sempat melakukan kekerasan berupa pukulan dan dorongan terhadap salah satu masyarakat pemilik ulayat yang protes!

Miris sekali memang, di era rezim yang katanya paling mencintai Papua, atas nama Pembangunan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah dengan mudah memberikan izin logging, yang dimana jelas merusak Hutan Papua yang menjadi sumber kehidupan masyarakat papua selama beratus-ratus tahun lalu serta habibat alam satwa di lindungi seperti cenderawasih! Otsus Papua itu sendiri sebenarnya untuk siapa? Otonomi khusus, namun masyarakat Adat harus bertaruh nyawa mereka untuk melindungi tanah mereka dari pencurian kayu dan perampasan hak kepemilikan!

Papua bukan Tanah Rampasan!

Bicara pembangunan papua tentu harus bicara kehidupan masyarakat asli, alam dan kelangsungan kehidupan yang ada. Bicara pembangunan namun mengorbankan masyarakat asli dan alam maka itu tidak lebih dari penjarahan sumber daya alam diatas janji pembangunan! Seperti yang kita ketahui bersama, Menteri BKPM yang juga terlapor kasus korupsi Fakfak yang merugikan negara hampir ratusan milyar namun aman karena menjadi bagian dari pengusung koalisi Pemerintahan,Bahlil beberapa waktu lalu kerap kali menjual papua sebagai wilayah investasi dan pengembangan ekonomi, kembali lagi dengan dalil atas nama pembangunan! Logging bukanlah pembangunan, tp penjarahan kekayaan alam!

Kembali pada kasus intimidasi Brimob tersebut diatas, agaknya menjadi pertanyaan Publik, berapa kah setoran yang mengalir dari Perusahaan logging kepada aparat keamanan, sehingga sampai perusahaan berani memasukin lahan ulayat milik masyarakat,tentunya POLDA PAPUA BARAT harus menjawab itu secara transparans!

Jika Polda Papua Barat benar-benar ingin menjadi bagian dari Pembangunan Papua, banyak hal yang bisa di kerjakan, diantaranya adalah membongkar kasus korupsi Bupati Kaimana, Matias Mairuma yang telah bertahun-tahun laporannya mandek di  Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK. Tentu hal itu akan sangat membantu masyarakat dan negara, dimana negara akan mendapatkan kembali pergantian kerugian negara melalui hasil sitaan para koruptor, dan masyarakat bisa mendapatkan hak nya yang selama ini diselewengkan melalui Korupsi. Atau karena Matias Mairuma adalah Kader PDI-P sehingga aparat penegak hukum sekelas POLDA PAPUA BARAT sampai mempunya keNgerian untuk memproses itu?!

POLDA PAPUA BARAT terkait dengan persoalan intimidasi ini, harus berani memproses anggota Brimob tersebut diatas. Dan apakah seperti itu protap Promoter aparat kepolisian? harus membawa senjata laras panjang dalam menghadapi masyarakat awam?! silahkan dijawab!

PASTI Indonesia sendiri mengutuk tindakan aparat Brimob yang melakukan intimadasi terhadap masyarakat pemilik ulayat yang dirampas oleh Perusahaan logging tersebut! PASTI Indonesia sendiri memiliki beberapa catatan khusus terkait pengrusakan lingkungan karena logging dan beberapa kasus yang seolah di diamkan oleh POLDA PAPUA BARAT diantaranya Judi Togel yang tetap marak, Miras yang tetap beredar seolah para bandar tersebut kebal hukum, atau jangan-jangan karena sudah setoran jadi merasa akan aman dan di lindungi? belum lagi beberapa temuan PASTI Indonesia yakni permainan penyelewenangan BBM bersubsidi yang dijual ke proyek-proyek di Papua Barat. PASTI indonesia sendiri siap jika dipanggil atau diperlukan untuk membongkar semua persoalan tersebut diatas. ( LEX)

Video Intimidasi tersebut :

 

Lampiran contoh Kasus ilegal logging yang tidak di proses oleh POLDA PAPUA BARAT, Pelaku : PT. Rimbun Sawit Papua, Fakfak – Papua barat

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending