Connect with us

Pemantauan

Pilkada Fakfak 2020, PESTA DEMOKRASI RAKYAT atau???

Published

on

Jakarta, PASTI Indonesia – Pilkada Fakfak secara resmi telah usai pada tanggal 9 Desember 2020, dimana bertepatan dengan hari Anti Korupsi Sedunia. Namun agaknya Pilkada yang seharusnya menjadi pesta demokrasi rakyat harus sedikit ternoda dengan intrik-intrik yang mulai dibangun.

Sejak awal proses kandidat hingga pada hari pemungutan suara, Ketua Dewan Pembina PASTI Indonesia,Arlex Susanto, sudah mengikuti dan memantau dengan seksama. Hingga pada proses akhir yang hanya menyisahkan 2 kandidat yakni UTAYOH dengan jalur Indenpenden dan SADAR dengan dukungan 10 Partai Politik serta dibackup Bupati Fakfak yang juga terlapor skanda Mega Korupsi Kabupaten Fakfak, Mohammad Uswanas.

Samaun Dahlan sendiri, sejak 2016 telah menjadi terlapor skandal Mega Korupsi Kabupaten Fakfak, dimana tentu melibatkan Sang Bupati, Mohammad Uswanas dan Bahlil Lahadalia, yang kini lebih dikenal masyarakat sebagai Trio Suanggi Kabupaten Fakfak. Samaun Dahlan sendiri dalam berkas yang dilaporkan PASTI Indonesia kepada KPK, terlibat langsung dalam Skandal Dana Hibah HUT Kabupaten Fakfak ke-113, yang dimana Negara dirugikan sebesar 2 Milyar Rupiah. Adapun hingga kini Trio Suanggi ini belum di proses, sebagaimana sudah menjadi rahasia umum, APBD Fakfak kerap di pakai untuk mem-peti-eskan seluruh skandal kasus korupsi. Salah satunya melibatkan Mantan Kajari Fakfak, Jefri Huwae, yang dimana terkenal sejak 2006 sebagai “Pemain” kasus. Karenanya wajar jika masyarakat kerap mengeluh soal Ekonomi dan Pembangunan, karena hakikatnya dana APBD Kabupaten Fakfak lebih banyak berputar di Ibu Kota demi pengamanan kasus-kasus Korupsi yang selama ini telah di laporkan baik di KPK dan Bareskrim POLRI.

Kembali pada Pilkada 2020 Kabupaten Fakfak, sebagaimana umumnya peserta perhelatan pesta demokrasi, setiap kandidat tentu memiliki tim lapangan pemantauan hasil suara. Tim UTAYOH sendiri pada malam 9 desember, telah berhasil mengumpulkan data real dari setiap TPS, dengan perincian :

Kemudian melalui data real ini, maka kemudian UTAYOH mengumumkan kemenangan sementara Pilkada Fakfak, sambil menunggu pengumuman resmi KPU yang akan di umumkan serentak pada tanggal 26 Desember 2020.

Disisi lain, agaknya tim SADAR juga tidak ingin kalah gengsi, dengan bermodal secarik kertas hasil print yang tanpa di dasari data terperinci :

Melalui Samaun Hegemur, SADAR mengumumkan kemenangan dalam konstestasi Pilkada Fakfak 2020. PASTI Indonesia sendiri menilai ini adalah pembodohan dan penipuan publik, karena tanpa dasar jelas, mengumumkan secara terbuka kemenangan! Tentunya jerat Pidana itu jelas yakni pasal 14, 15 serta 55 UU Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Tentu klaim kemenangan sepihak versi secarik kertas yang sumbernya tidak jelas dari mana, entah hitungan Togel atau versi dukun, agar tampil menyakinkan, maka digerakkan sebagian massa untuk pawai kemenangan. Dan hal ini dibiarkan oleh aparat penegak hukum, sedangkan untuk pihak Utayoh sendiri yang memiliki klaim data jelas, pawai kemenangan mereka dibubarkan. Sepertinya PASTI Indonesia harus salute pada aparat penegak hukum di Fakfak sana, geraknya cukup lincah dengan alasan demi menjaga situasi agar tetap kondusif, namun  menunjukkan secara masif berpihak berat sebelah. Harusnya aparat penegak hukum juga harus tegas menjalankan Protap Kesehatan sebagaimana arahan Presiden dan Satgas Covid Nasional, berani bertindak tegas pada Oknum Menteri yang datang mendadak ke Fakfak, disaat Fakfak masih dalam kondisi Lockdown, dan tanpa karantina oknum Menteri tersebut dapat memimpin rapat terbatas. Agaknya kita harus percaya apa kata Anggota DPR- RI yang juga waketum Partai Gerindra, Bahlil jangan BAHLUL!

 

Sampai detik ini, data real terkait kemenangan versi SADAR belum di temukan!

BAWASLU Provinsi Papua Barat, PSU di 2 TPS di Kabupaten, ada apa?

Dalam media online, Bawaslu Provinsi Papua Barat melalui Nazil Hilmie selaku Anggota Bawaslu Papua Barat mengatakan akan terjadi PSU di 2 TPS di Distrik Fakfak dan Distrik Pariwari. Tentu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, ada apa? bukankah di Kabupaten Fakfak sendiri memiliki Bawaslu Kabupaten? apakah Bawaslu Provinsi tidak mempercayai Bawaslu Kabupaten? jika dilakukan PSU tentu harus diberikan alasan yang jelas dan terperinci. Kita memang harus menghormati kewenangan BAWASLU sebagaimana yang sudah di atur oleh undang-undang, namun sebagaimana aturan undang-undang juga terkait transparansi informasi publik, maka Bawaslu Provinsi Papua Barat harus memberikan penjelasan yang detail terkait ini, agar tidak mencul kecurigaan dan keraguan masyarakat terhadap Lembaga Negara.

Jika keputusan PSU ini jelas harus dilakukan karena ada kecurangan yang real tanpa di rekayasa, tentu kita sangat mendukung ketegasan Bawaslu Provinsi Papua Barat, oleh sebab ketegasan ini juga, maka PASTI Indonesia juga meminta Bawaslu Provinsi Papua Barat untuk berani menindak tegas oknum Penyelenggara Pemilu yang secara nyata terlibat langsung dalam kampanye untuk memenangkan salah satu kandidat, sebut saja kampanye kandidat SADAR.

PASTI Indonesia sendiri sangat berharap, sekiranya PILKADA Fakfak 2020 ini betul-betul menjadi ajang pesta demokrasi Rakyat tanpa di nodai kepentingan yang berujung pada kecurangan demi memenangkan kandidat tertentu sesuai pesanan, jika Pilkada hanya sebatas ceremoni yang didalamnya hanya konten legalisai untuk memenangkan kandidat tertentu sebagaimana pesanan, maka sebaiknya langsung saja ditetapkan tanpa harus menghabiskan anggaran uang rakyat untuk Pilkada dan tidak perlu menggunakan ajang pesta demokrasi namun isinya hanya basa-basi untuk mengoalkan pihak tertentu.

Dalam mengawasi jalannya pilkada Fakfak itu sendiri, PASTI Indonesia akan merangkul KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) yang di gawangi oleh Kaka Sasmita untuk ikut andil dalam melakukan pemantauan jalannya proses pilkada serta dinamika yang terjadi selama proses itu hingga penetapan hasil yang fair sesuai dengan amanah rakyat yang dituangkan melalui surat suara, yang akan di umumkan secara resmi pada tanggal 26 Desember 2020.

Selama fase awal Pencalonan hingga berlangsungnya Pilkada ini, PASTI Indonesia sendiri menemukan beberapa Skandal Korupsi yang di sinyalir mengarah pada kepentingan Kampanye dan Pilkada Fakfak yakni :

  1. Adanya penyalahgunaan anggaran dari POS PUPR Kabupaten Fakfak berupa Markup Proyek, yang dimana keuntungannya di gunakan untuk kampanye kandidat dan pengamanan suara.
  2. Penyalahgunaan Anggaran Dana Covid Kabupaten Fakfak, yang dimana diduga digunakan untuk pencalonan, kampanye dan pengamanan suara.

PASTI Indonesia sendiri sedang mempersiapkan laporan terkait hal tersebut diatas dan akan segera di laporkan ke KPK dan Bareskrim MABES POLRI.

Selain itu PASTI Indonesia mendapatkan laporan dan beberapa temuan selama Pilkada Fakfak 2020, yakni :

  1. ASN terlibat dalam kampanye, serta penggunaan Fasilitas Negara untuk tujuan itu
  2. Penyelenggara pemilu ikut serta dalam kampanye
  3. Keberpihakan aparat keamanan (Kepolisian) terhadap kandidat tertentu.
  4. Abuse of Power oleh oknum Menteri yang melanggar protap kesehatan, dimana kondisi Fakfak masih lockdown namun oknum tersebut dengan mudah masuk dan tanpa di karantina dapat memimpin rapat

Semua laporan ini akan segera dilaporkan PASTI Indonesia kepada DKPP,Ombudsman RI, Kompolnas dengan tembusan deputi SDM Mabes POLRI, serta Gugus Covid Nasional.

PASTI Indonesia sendiri berharap, masyarakat selaku pemilik suara dapat berperan aktif dalam mengawal surat suara hingga pada hari penetapan oleh KPU Kabupaten yang akan di umumkan serentak pada tanggal 26 Desember 2020. Masyarakat sendiri juga harus dapat menjadi pengawas untuk memantau semua kecurangan selama proses itu, baik dari para penegak hukum, penyelenggara pemilu hingga pengawas pemilu. Karena sesungguhnya PILKADA adalah ajang pesta demokrasi Rakyat! oleh karena itu Pesta Rakyat tidak boleh di nodai oleh kepentingan atau tangan-tangan kotor yang berusaha merusak Pesta Rakyat itu sendiri. (Admin)

 

 

 

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending