Connect with us

Sorotan

KPUD Kab Fakfak, Jangan Ada Lagi Sumpah BERBISIK! Catatan Kelam Pilkada 2010-2015 Tidak Boleh Terulang!!!

Published

on

Fakfak (PASTI Indonesia) – Sebagaimana waktu yang ditentukan, tepat pada hari ini, Rabu, 16 Desember 2020, KPUD Kab Fakfak – Papua Barat,  selaku penyelenggaran Pemilukada akan melaksanakan Pleno rekapitulasi terkait hasil pemungutan suara yang sudah dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 lalu yang bertepatan dengan hari Anti Korupsi Sedunia.

Adapun rapat Pleno itu sendiri adalah upaya menverifikasi perbedaan hitungan dari berbagai pihak, tentu hal ini akan menjadi krusial jika selisih suara antara kandidat sangat tipis. Dalam beberapa kejadian di wilayah Indonesia khususnya bagian timur,Pleno Rekapitulasi menjadi rentan dengan Skandal “Kecurangan”.

Kabupaten Fakfak Sendiri, dalam catatan PASTI Indonesia, pernah dua kali mengalami hal serupa, yakni pada Pemilukada 2010 dan 2015 yang dimana beberapa “oknum” KPUD dan Bawaslu Kab Fakfak terlibat bermain didalamnya! beberapa juga sudah di sanksi secara etik dan di demisionerkan pada saat itu.

Tanpa mengurangi hormat pada Lembaga Penyelenggara Pemilu dan tanpa bermaksud berburuk sangka, PASTI Indonesia sendiri akan memantau ketat Pleno KPUD Kabupaten Fakfak ini. Karena suara Rakyat dalam pemilukada ini adalah amanah yang menentukan fakfak untuk 5 tahun kedepan. Catatan PASTI Indonesia sendiri selama Pemilukada ini berlangsung,menemukan beberapa kecurangan dan “kecurigaan”, diantaranya adalah Penyelenggara pemilukada yang ikut berkampanye untuk memenangkan salah satu paslon, hingga statement Anggota Bawaslu Papua Barat yang juga Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi, Muhammad Nazil Hilmi, yang dimana menyatakan akan terjadi PSU di dua TPS di kabupaten Fakfak, sedangkan Pleno tingkat Distrik saja baru berlangsung saat itu!

Ketua Pembina PASTI Indonesia sendiri, Arlex, ditengah kesibukannya menyusun berbagai laporan korupsi fakfak, serta beberapa laporan lain seperti pidana doxing dan pelanggaran Pemilukada Fakfak yang akan di laporkan ke DKPP. Akan menyempatkan waktu untuk memantau perkembangan situasi pemilukada di Kabupaten Fakfak.

Arlex sendiri menyampaikan, pemilukada fakfak kali ini tentu lebih menantang, karena independen melawan Parpal dan dukungan jelas Kepala Daerah! Ditambah dengan berbagai skandal yang berusaha disembunyikan selama 10 tahun ini, akan menambah keruwetan pemilukada di Kabupaen Fakfak, tentu tangan-tangan kotor kemungkinan juga akan ikut bermain! karena ini bukan hanya sebatas lagi persoalan menang atau kalah, tapi soal skandal korupsi itu andil didalam perjalanan pemilukada fakfak ini.

Masyarakat Fakfak selaku pemilik suara tentu dalam hal ini harus berperan aktif sebagai pengawas tidak resmi, karena kembali lagi ini menyangkut amanah untuk pembangunan Kabupaten Fakfak 5 tahun kedepan.

Apa yang aparat keamanan lakukan, dalam hal ini Kepolisian Resort Fakfak sudah benar, untuk menjaga kondusifitas situasi keamanan fakfak dan pentingnya surat suara, maka harus di lakukan pengawalan ketat dan sterillisasi pada area kotak suara, agar tidak ada tangan-tangan nakal yang ikut berperan dalam pleno rekapitulasi yang akan berlangsung hari ini. Mengingat kembali catatan kelam pemilukada 2010 dan 2015, dan sesuai arahan KAPOLRI terkait mekanisme persuasif dalam penangganan situasi harus di dahulukan, kiranya netralitas sangat dibutuhkan saat ini.

PASTI Indonesia sendiri, menyakini Lembaga KPUD Kabupaten Fakfak adalah lembaga terhormat, karena itu kiranya Amanat rakyat melalui Pemilukada ini dapat dikawal dengan baik, tanpa harus di kotori oleh oknum-oknum nakal! Biarlah Pesta demokrasi ini menjadi Pesta Rakyat yang akan berjalan dengan Adil!

Suara Rakyat adalah Suara Tuhan,,,, Jangan diselewengkan (admin)

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending