PASTI Indonesia,Banten, 15 Oktober 2025 — Dalam gebrakan pendidikan yang patut masuk buku sejarah kebijakan absurd Indonesia, Gubernur Banten Andra Soni resmi mencopot Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, karena menampar siswa yang merokok di lingkungan sekolah. Tindakan disiplin itu dinilai terlalu keras dan tidak sejalan dengan semangat ekonomi nasional.
PASTI Indonesia, sebagai lembaga yang menjunjung tinggi akal sehat dan keselamatan publik, menyampaikan rasa kagum yang mendalam atas keberanian Pemprov Banten dalam mendefinisikan ulang pendidikan: dari tempat belajar menjadi tempat pembinaan patriot-patriot cukai.
“Kami memahami bahwa menegur siswa yang sedang berkontribusi pada pemasukan negara lewat rokok bisa mengganggu stabilitas APBN. Kepala sekolah seharusnya mendukung, bukan menghambat, semangat kontribusi ekonomi anak bangsa,” ujar Lex Wu , Direktur PASTI Indonesia dengan nada penuh haru.
Sebagai bentuk dukungan terhadap generasi perokok muda, Pemprov Banten dikabarkan tengah merancang program “Sekolah Ramah Cukai”, di mana siswa akan dibekali pengetahuan tentang sejarah rokok, teknik menghisap yang elegan, dan cara memilih merek lokal yang patriotik. Bahkan, ekstrakurikuler “Kreativitas Asap” akan segera diluncurkan.
Tak berhenti di situ, kini tengah dikaji penyelenggaraan Lomba Asap Rokok Pelajar Tingkat Provinsi, dengan hadiah utama: Gubernur CUP dan beasiswa ke “Akademi Tembakau Nasional”.
Kategori lomba yang sedang disusun meliputi:
- Asap Terindah: Bentuk asap paling estetik, dinilai oleh juri dari industri kreatif dan tembakau.
- Teknik Hisap Terbaik: Kecepatan dan gaya menghisap rokok dengan elegansi maksimal.
- Karya Tulis Patriotik: Esai bertema “Rokokku, Bangsaku, Cukaiku”.
PASTI Indonesia menyarankan agar kurikulum nasional segera direvisi:
- Biologi: Mengenal paru-paru dan cara mengabaikannya.
- Ekonomi: Studi kasus sukses industri rokok dalam menopang APBN.
- Kewarganegaraan: Merokok sebagai bentuk bela negara.
Kami juga mengusulkan agar asbak pintar dipasang di setiap kelas, dilengkapi sensor asap dan pujian otomatis: “Terima kasih telah berkontribusi pada negara.” Serta seragam sekolah disponsori langsung oleh produsen rokok lokal. Karena masa depan bangsa terletak di antara dua jari dan sebatang rokok.
Terima Kasih Khusus
PASTI Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Andra Soni, kader Gerindra yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menyukseskan program ekonomi Presiden Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra. Dukungan terhadap industri rokok sebagai pilar pemasukan negara adalah bukti nyata bahwa pendidikan dan ekonomi kini bisa bersatu dalam satu kepulan asap.
Kami percaya bahwa di bawah kepemimpinan yang visioner ini, generasi muda akan tumbuh sehat secara fiskal, meski mungkin tidak secara medis.





