Hari ini, 1 Desember, Perhimpunan PASTI Indonesia menegaskan bahwa peringatan Dirgahayu Papua Barat bukan semata identik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sejarah
Pasti Indonesia
24 Tahun Otonomi Khusus Papua: Janji yang Terkubur, Aspirasi yang Terabaikan
Hari ini, genap 24 tahun Otonomi Khusus Papua sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001. Otsus yang digagas di era Presiden Abdurrahman
Konflik Moskona Teluk Bintuni – Ratusan Warga Masih Mengungsi, Pemerintah Harus Mendengar Akar Persoalan Papua
PRESS RELEASE Konflik bersenjata di Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Papua Barat, sejak Oktober 2025 telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius. Kontak tembak
Keadilan yang Cepat, Kepemimpinan yang Tegas: Apresiasi PASTI Indonesia untuk Kapolres Manokwari dan Jajaran.
Di tengah sorotan tajam terhadap institusi Polri, PASTI Indonesia menyampaikan apresiasi yang tulus dan terukur kepada Kapolres Manokwari, Kombespol Ongky Isgunawan, atas
PASTI Indonesia : Antara Kebenaran Publik dan Represi Hukum
Menimbang Penetapan Tersangka terhadap Tifa, Roy Suryo, dan Rismon dalam Kasus Ijazah Presiden Di tengah iklim demokrasi yang semakin terpolarisasi, penetapan tersangka
“Menolak Glorifikasi, Menuntut Keadilan: Mengapa Suharto Bukan Pahlawan Nasional”
PERNYATAAN SIKAP PASTI INDONESIA “Menolak Glorifikasi, Menuntut Keadilan: Mengapa Suharto Bukan Pahlawan Nasional” PASTI Indonesia menyatakan penolakan tegas terhadap pemberian gelar Pahlawan
125 Tahun Fakfak: Arsip Luka dan Politik Tertawa
Di tengah panggung ulang tahun ke-125 Kabupaten Fakfak, tiga tokoh duduk tertawa di satu meja: Samaun Dahlan, Donatus Nimbitkendik, dan Bahlil Lahadalia.
Papua Bukan Panggung Seremoni: PASTI Indonesia Desak Transparansi Anggaran dan Perlindungan Budaya dalam Kunjungan Wapres
SIARAN PERS Papua Bukan Panggung Seremoni: PASTI Indonesia Desak Transparansi Anggaran dan Perlindungan Budaya dalam Kunjungan Wapres Jakarta, 4 November 2025 —
“Pegang Kepala Lepas Ekor, Lepas Ekor Pegang Kepala” Kemunafikan Konservasi: Ketika Satwa Diangkat, Adat Dibakar, dan Rakyat Papua Mati Setiap Hari
PERNYATAAN SIKAP PUBLIK PERHIMPUNAN PASTI INDONESIA “Pegang Kepala Lepas Ekor, Lepas Ekor Pegang Kepala” Kemunafikan Konservasi: Ketika Satwa Diangkat, Adat Dibakar, Hutan
Papua Bukan Tanah Kosong: Transmigrasi, Pengabdian, dan Luka yang Tak Terlihat
Seknas_PI,Fakfak, Papua Barat — Gugurnya Anggit Bima Wicaksana, mahasiswa IPB University, dalam Ekspedisi Patriot di kawasan transmigrasi Tomage, bukan sekadar kecelakaan. Ia
No More Posts Available.
No more pages to load.





