Jakarta, PASTI Indonesia – Indonesia memasuki usia yang ke 71, untuk seorang Manusia mungkin itu adalah sebuah usai yang matang, Namun untuk ukuran sebuah Negara, kita masih tergolong Negara yang baru mau beranjak Dewasa. Dimana Kedewasaan itu sendiri masih menjadi ujian serius bagi Negara ini, yang sangat mudah dan rendah di pecah belah hanya karena perbedaan Pandangan, Suku maupun Ras.
Kemerdekaan itu sendiri tentunya memiliki Makna mendalam bagi Seluruh Lapisan Masyarakat Indonesia, selain terlepas dari Penjajahan, kemerdekaan itu sendiri saat ini lebih dirasakan sebagai kemerataan Pembangunan, pemerataan kesejahteraan, maupun keadilan Hukum dan keadilan sosial,namun sayangnya perwujudan dari kemerdekaan itu masih Sebatas Retorika bagi Masyarakat yang berada di luar Pulau Jawa, Utamanya mereka yang berada di barisan terluar Republik ini, mereka yang hidup di daerah perbatasan maupun Indonesia bagian Timur, salahsatunya Papua. Papua yang dimana hingga detik ini masih dipandang sebagai wilayah paling tertinggal pembangunannya se Indonesia, dengan akses untuk beberapa wilayahnya yang masih sulit di jangka serta rentan dengan Konflik.
Merdeka sendiri tentu memilik arti berbeda bagi Masyarakat Papua, Merdeka yang dirasakan saat ini hanya sebatas Kenikmatan Pembagunan dan kesejahteraan bagi segelintir orang. lebih tepatnya Merdeka disana itu lebih menunjuk pada Mer(d)eka (dibaca : Mereka – RED). Mer(d)eka yang di maksud disini menunjuk pada para Pejabat Daerah yang menikmati anggaran Pembangunan untuk diri,keluarga dan kolega mereka, serta Mengumpulkan kekayaan dengan memanipulasi anggaran pembangunan yang seharusnya di nikmati oleh Masyarakat. Mer(d)eka yang dimaksud disini adalah Kemerdekaan yang dinikmati Mereka yang sudah Melakukan tindakan Korupsi Dana Anggaran namun dapat hidup nyaman dan nikmat tanpa tersentuh Hukum, dan bahkan Hukum sendiri terkesan melindungin Mereka. Dan beberapa diantara Mer(d)eka itu adalah ;
- Mohammad Uswanas, Bupati Fakfak. Kemerdekaan seutuhnya dirasakan sekali oleh orang ini, terlapor Korupsi Pengadaan Alkes untuk RSUD Fakfak yang di laporkan pada Tahun 2012, serta Mark up Sound Sytem dan Dana Hibah yang di laporkan tahun ini (2016). Walau semua bukti sudah lengkap dan Valid, Mohammad Uswanas berserta Koleganya sampai detik ini masih Aman tentram, untuk Kasus Pengadaan Alkesnya sendiri Adem Ayem di Polda Papua Barat, dan Untuk Kasus SoundSystemnya dan Dana Hibahnya di Jamin dengan Aman oleh Kajari Fakfak, Rilke Jeffri Huwae dengan Memo untuk menghentikan Kasus ini. Sungguh sangat merdeka Bukan? Mocha(Mohammad Uswanas) berserta kaki tangannya.
- Demianus Kyeuw-Kyeuw, Mantan CareTaker dan Bupati Mamberamo Raya. Walau Sudah Tidak menjadi Bupati Mamberamo Raya, Demianus Kyeuw-Kyeuw masih santai melenggos dengan tenang dan tanpa beban, terlapor Kasus Korupsi APBD Kab Mamberamo Raya hampir 300 Milyard serta penghilangan Nyawa 17 warga Mamberamo Raya. Kemerdekaan seutuhnya menaungi Koruptor ini, Untuk Kasus penghilangan Nyawa 17 Warga Mamberamo Raya ini, Polda Papua sendiri menganggapnya sebagai kecelakaan, tanpa ada pengusutan mendalam. dan sesuatu yang luar biasa bukan hanya lahir di Polda Papua, Namun dari Kajati Papua, walau sudah ada surat dari KPK untuk penindakkan serta Surat dari Kejaksaan Agung terkait Korupsi APBD Kab Mamberamo Raya ini, Kajati Papua bisa dengan Santai tidak pernah memanggil,memeriksa maupun menahan yang bersangkutan.
- Thomas Ondy, Bupati Biak Numfor. Mantan Bendahara Harian Mamberamo Raya,Bekas Orang Kepercayaan Demianus Kyeuw-Kyeuw. Terlapor Korupsi APBD Kab Mamberamo Raya ini Punya kemerdekaan yang luar biasa, walau sudah buat pengakuan dan mengakui melakukan penyelewengan Anggaran APBD Kab Mamberamo, Hukum tidak dapat menyentuh orang ini. Surat dari KPK dan Kejaksaan Agung kepada Kajati Papua untuk menindak pelaku, namun oleh Kajati Papua dianggap angin lalu. Selain itu kasus kekerasan pemukulan terhadap wartawan juga menguap begitu saja di Polda Papua. Luar biasa, kemerdekaan Mutlak dimiliki oleh Thomas Ondy, tentu tidak lepas dari peran serta berbagai Pihak yang “mengamankan”, Ondy sendiri merasa besar kepala karena Kapolri Saat ini adalah sahabat kental-nya. Saking besar kepalanya, beberapa hari lalu,tepatnya 15 Agustus 2016 Thomas Ondy berani mengeluarkan pernyataan Ancaman Kekerasan dan Pembunuhan terhadap Alvarez Kapisa,Penggiat Anti Korupsi yang selalu menyoroti Kasus korupsinya. Kemerdekaan yang benar-benar Mutlak Untuk Ondy, Aman dari Penindakkan terhadap Korupsi yang dilakukannya, Aman dari semua Laporan Kekerasan yang pernah dilakukannya, serta semakin leluasa melakukan ancaman maupun teror terhadap siapa saja yang tidak disukainya.
- Matias Mairuma, Bupati Kaimana, Orang ini termasuk Penikmat Kemerdekaan yang Sukses. Semua Persoalan Hukum Mengenai Bupati ini, Mulai dari Kasus Korupsi, Proyek Mangkrak, Pemalsuan Dokumen hingga yang Paling Anyar adalah Proyek Abal-abal Studi Ke German, dimana sudah 4 adik-adik dari 8 suku besar di kaimana menjadi korban. Merdekanya Matias Mairuma tentu bukan tanpa sebab dan tanpa bantuan Pihak lain, Seperti Pemalsuan Dokumen, tentu berkat Bantuan Pengadilan Negeri Fakfak yang memberikan Pengesahan terhadap perubahan dokumen Matias, dan lucunya sampai detik ini putusan pengesahan itu sendiri tidak dapat di temukan di direktori putusan PN Fakfak, serta Untuk Laporan Pidana Pemalsuannya, dengan tangkas di SP3 Polda Papua Barat, tanpa dasar yang cukup. Matias Sendiri dengan Nyaman dan Aman dapat mengintimidasi dan kriminalisasi Penggiat Anti Korupsi kaimana, Mudasir Bogra dikarenakan yang bersangkutan merasa sangat terganggu atas fakta-fakta yang diungkapkan oleh Mudasir Bogra. Luar biasa….
Miris Sekali bukan, Kemerdekaan dirasakan Segenap Masyarakat di Pulau Jawa dan sekitarnya, dan disisilain kemerdekaan itu hanya dirasakan Para Pengemplang Anggaran untuk hidup nyaman dan Sejahtera. Hal Seperti ini juga yang di takutkan oleh Pendiri Negara ini, yakni Presiden Soekarno, Yakni Penjajahan Oleh Bangsa Sendiri, dan seperti itulah yang terjadi di Papua Sana, Masyarakat di Jajah sendiri oleh Para Pejabat Daerah yang Korup, yang menjadikan diri mereka sebagai Raja-Raja Kecil di Daerah dan tidak pernah tersentuh oleh Hukum.
Sebagaimana Jiwa Kemerdekaan Indonesia ke-71 Tahunnya, sepatutnya Hukum tidak lagi hanya Tajam kebawah Namun amat sanggat Tumpuln ke Atas! Penguasa Republik Saat ini, Presiden Ke-7, Bapak Joko Widodo yang terkenal dengan Jargon ” Kerja Kerja dan Kerja” Sepatutnya harus berani lebih Tegas dan Benar-benar bekerja untuk Masyarakat, terutama di Papua sana. Citra Kemerdekaan harus dirasakan segenap Masyarakat dari Sabang Sampai Merauke, Tidak hanya sebatas Masyarakat Pulau Jawa dan sekitarnya, namun di daerah terluar sana Merdeka itu hanya dirasakan Mer(d)eka yang hidup diatas penderitaan Masyarakat.
Harapan Masyaraka Kecil di Daerah, Tentunya Pembagunan itu dirasakan merata, serta kemerdekaan itu bukan hanya sebatas lepas dari Penjajahan Fisik oleh Asing, Namun Merdeka seutuhnya menikmati pembangunan, kesejahteraan dan Keadilan Hukum. Semoga di Usia yang ke-71 Tahun ini, dan di bawah Presiden Ke-7, Joko Widodo, Pemerintahan bisa berjalan dengan tegas,dan Mer(d)eka yang hidup dari penindasan terhadap Masyarakat dapat segera di Tindak dan mendapatkan Hukum yang setimpal serta di-Miskinkan sebagaimana pertanggung jawaban atas Hak Masyarakat yang selama ini telah mereka rampas dan Nikmati Sendiri. Merdeka dan Jayalah Republik! Berantas Korupsi dan Tindak Tegas Para Koruptor! (Arlex)
Link Berita Korupsi di Kabupaten Fakfak Terlapor Mohammad Uswanas :
- Suara Papua – Bupati Fakfak dan Bahlil Lahadalia Telah Resmi Dilaporkan ke KPK
- Okezone – Bupati Fakfak Dilaporkan ke KPK
- Amunisi – BUPATI FAKFAK, USWANAS DILAPORKAN KE KPK
- Amunisi : Mantan Wabup Donatus Nimbitkendik Bela Rakyat
- Beritasatu – Mantan Wabup Tuduh Bupati Fakfak Korupsi
- Rmol – Bupati Fakfak Dilaporkan Ke KPK
- SuaraKarya – Bongkar Korupsi Bupati Fakfak
- Sindonews – Bupati Fakfak Dilaporkan ke KPK
- Netralitas : Mantan Wakil Bupati Fakfak Diteror SMS
- Antara : Mantan Wakil Bupati Fakfak laporkan bupati ke KPK
- Tribunnews – Dugaan Korupsi Sound System, Bupati Fakfak Dilaporkan ke KPK
- Kompas – Diduga Korupsi, Bupati Fakfak Dilaporkan Mantan Wakilnya ke Kejaksaan Agung
- Republika – Mantan Wabup Laporkan Bupati Fakfak ke KPK
- Gresnews – Jaksa Diduga Pendam Korupsi di Kabupaten Fakfak
- MataAngin : Donastus Tuding Ada Upaya Biaskan Kasus Sound System ke Ranah Politik
- Merdeka : Korupsi sound system mangkrak, Kajari Fakfak dilaporkan ke Kejagung
- Liputan6 – Tak Proses Kasus Korupsi, Kajari Fakfak Dilaporkan ke Kejagung
- Rmol : Bekas Wabup Minta Kejagung Tegas Ke Kajari Fak-Fak
- Sindonews : Kejagung Diminta Usut Kasus Pengadaan Sound SystemKejagung Diminta Usut Kasus Pengadaan Sound System
- Tribunnews : Mantan Wabup Fakfak Laporkan Dugaan Korupsi
- JawaPos : Kepala Kejaksaan Dilaporkan Bekas Wabup Fakfak ke Kejagung
- Okezone : Kejagung Didesak Tuntaskan Kasus Pengadaan Sound System
- PASTI Indonesia : PASTI Indonesia Tantang Kajari di Jamwas Kejagung
- Obsessionnews : Kejagung Didesak Usut Kasus Korupsi Fakfak
- HuntNews : Tak Proses Kasus Korupsi, Kajari Fakfak Dilaporkan ke Kejagung
- Kabar24 : Kasus Bupati Mandek, Wakil Bupati Fakfak Lapor Kejagung
- Suara Karya : Kasus Bupati Fakfak Jangan Masuk Angin
- MataAngin : PASTI Indonesia Temukan Bukti Kasus Mark Up Sound System Diendapkan
- MataAngin : Direktur PASTI : Aksi Buang Badan Samaun Ibarat Maling Teriak Maling
- PASTI Indonesia : Direktur PASTI Indonesia,Silahkan Laporkan Saya kalau merasa Benar dan STOP Membiaskan Persoalan! Ini Soal KORUPSI bukan POLITIK!!!
- Jubi – KPK Mulai Telusuri Dugaan Korupsi Di Fakfak
Link Berita Korupsi di Kabupaten Mamberamo Raya Terlapor Demianus Kyeuw-Kyeuw & Thomas Ondy :
- Jubi – Demianus Kyeuw Kyeuw Diduga Sebagai Otak Hilangnya 17 Orang Di Mamberamo
- Suara Papua – Kejati Papua Dinilai Tebang Pilih Tangan Kasus Korupsi
- AntaraNews – Mahasiswa pertanyakan kasus dugaan korupsi Bupati Biak
- NabireNet – Gabungan Mahasiswa & Masyarakat Biak Protes Penggelapan Dana
- SuluhPapua – FPKB desak Kejati Papua Periksa Kajari Biak
- PapuaPos : Penanganan Korupsi Tak Tuntas,FPKB Minta Kejari Biak Diperiksa
- DharaPos – Gubernur Di Sesak Berhentikan Bupati Biak Numfor & Dogiyai
- Suara Karya – Dilaporkan Sejak 2013, Korupsi Bupati Biak Belum Disentuh KPK
- Suara Karya – Warga Papua Desak KPK Sidik Korupsi Bupati Biak
- OkeZone – KPK Dinilai Lamban Tangani Korupsi di Mamberamo Raya
- Berita Satu – KPK Diminta Tindaklanjuti Dugaan Korupsi di Mamberamo Raya
- Tribunenews – KPK diminta untuk menindaklanjuti laporan kasus dugaan korupsi penyimpangan Dana APBD Kabupaten Mamberamo Raya
- PASTI Indonesia : Bongkar Korupsi di Memberamo dan Biak Numfor! KPK harus TEGAS!
- Inilah – KPK Diminta Tuntaskan Korupsi di Mamberamo Raya
- Sindonews – KPK Ditagih Tuntaskan Kasus Dana APBD Mamberamo Raya
- Aktual – KPK Lamban Tangani Korupsi Miliaran Rupiah di Mamberamo Raya
- Rmol – Mandek, KPK Didesak Selesaikan Penyimpangan APBD Mamberamo Raya
- MetrotvNews – Sejak 2013, Laporan Kasus Mamberamo Raya Mangkrak
- Mataangin – Kasus Penyalahgunaan Anggaran Mamberamo Raya Di”peti-es”kan
- Amunisi : Kasus Penggembosan Dana Memberamo Raya Dipetieskan?
- Bijaksnet – Korupsi APBD Kabupaten Mamberamo Raya Papua
- Tribunnews – Diancam Dibunuh, Aktivis Papua Berlindung ke LPSK
- AntaraNews – Aktivis Papua Barat ajukan perlindungan ke LPSK
- JPNN – Diancam, Aktivis Papua Minta Perlindungan LPSK
- Inilah – Diancam, Dua Aktivis Papua Minta Perlindungan LPSK
- MetrotvNews – Dua Aktivis Papua Minta Perlindungan LPSK
- MataAngin – Alvares Kapisa Soroti Korupsi, Diganjar Teror
Link Berita Pemalsuan Dokumen dan Korupsi Kabupaten Kaimana Terlapor Matias Mairuma :
- Jubi : Bupati Kaimana Dilaporkan Ke Bareskrim
- Gatra – FORKAPEK Desak Kabareskrim Usut Pemalsuan Identitas Bupati Kaimana
- Aktual : Bupati Kaimana Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Aktual : Bareskrim Didesak Segera Usut Kasus Pemalsuan Bupati Kaimana
- Merdeka – Diduga palsukan akta penduduk, Bupati Kaimana di polisikan
- Republika – Palsukan Tempat Kelahiran, Seorang Bupati Dilaporkan ke Bareskrim
- Tribunnews – Diduga Melakukan Pemalsuan, Bupati Kaimana Papua Barat Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Fak-fak : Bupati Kaimana Dilaporkan ke Kejagung
- MataAngin – Aktivis Anti Korupsi Papua Barat Di-Kriminalisasi
- FactaNews : Melaporkan Indikasi Korupsi Pejabat Bupati Kaimana, Aktivis Anti Korupsi Minta Lindungan LPSK
- Beritasatu : Dikriminalisasi, Aktivis Antikorupsi Papua Lapor Komnas HAM
- SuaraKarya : Aktivis Antikorupsi Papua Lapor Komnas HAM
- HeadlineMEtroTvNews : Dua Aktivis Papua Laporkan Oknum Bupati ke Komnas HAM
- SuaraMerdeka : Aktivis Anti Korupsi Papua Laporkan Bupati Kaimana ke Komnas HAM
- PosMetro : Aktivis Papua Angkat Koper Cari Keadilan di Jakarta, Mengaku Dikriminalisasi Petinggi Daerah ?
- PASTIIndonesia : Kriminalisasi Penggiat Anti Korupsi Kaimana, Mudasir Bogra adalah Tamparan Keras Kepada Kaporli yang sedang Berusaha Mereformasi dan Memperbaiki Citra Kepolisian! Kriminalisasi Penggiat Anti Korupsi Kaimana, Mudasir Bogra adalah Tamparan Keras Kepada Kaporli yang sedang Berusaha Mereformasi dan Memperbaiki Citra Kepolisian!
- PapuaLink : Indikasi Dugaan Korupsi Bupati Kaimana Diterima KPK







