Bhayangkara ke-80: Momentum Penguatan Pelayanan Polri yang Selaras Hingga ke Akar

by -57 Views

Jakarta, PASTIIndonesia.org – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Direktur PASTI Indonesia, Lex Wu, melalui akun Twitter resminya menegaskan bahwa momentum Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik Polri.

“Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk terus memperkuat pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tulis Lex Wu.

Namun, Lex Wu juga mengingatkan bahwa penguatan pelayanan Polri tidak boleh berhenti di level kebijakan atau pimpinan, melainkan harus selaras hingga ke anggota di lapangan. Ia menekankan bahwa pelayanan yang baik hanya akan terwujud bila seluruh jajaran Polri, dari pusat hingga daerah, memiliki semangat yang sama dalam menjalankan tugas dengan integritas dan empati terhadap rakyat.

“Pelayanan yang kuat harus tumbuh dari bawah. Jika tidak selaras, maka akan selalu ada ruang bagi lahirnya oknum yang mencederai kepercayaan publik,” tegasnya.

PASTI Indonesia menilai, tantangan terbesar Polri saat ini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata yang transparan dan berkeadilan. Dalam semangat Presisi – Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan, Polri diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan internal dan memperbaiki pola pembinaan personel agar nilai-nilai profesionalisme benar-benar hidup di setiap anggota.

Suara dari Sorong: Cici Rumaseb Persembahkan Lagu “Pengabdian Untuk Negeri”

Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sebuah pesan harapan datang dari Cici Rumaseb, putri dari korban kriminalisasi oknum Polres Sorong. Ia mempersembahkan sebuah lagu berjudul “Pengabdian Untuk Negeri”, sebagai simbol doa dan aspirasi agar Polri semakin teguh dalam menjalankan pengabdian tanpa mencederai pencari keadilan.

Melalui lagu tersebut, Cici menyampaikan harapan agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban kriminalisasi dalam proses penegakan hukum.

“Saya berharap kelak tidak ada lagi pencari keadilan yang justru menjadi korban. Kasus mafia tanah di Sorong yang menimpa keluarga saya semoga segera ditindaklanjuti dengan serius,” ungkap Cici Rumaseb.

PASTI Indonesia menilai, suara dari masyarakat seperti Cici adalah pengingat penting bahwa penguatan pelayanan Polri harus menyentuh akar persoalan di lapangan. Tanpa keselarasan antara kebijakan pimpinan dan integritas anggota di bawah, potensi lahirnya oknum akan tetap ada.

Momentum Bhayangkara ke-80 ini diharapkan menjadi titik balik bagi Polri untuk memperkuat sistem pengawasan internal, memperbaiki pola pembinaan personel, dan memastikan setiap anggota Bhayangkara benar-benar hadir sebagai pelindung dan pengayom rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.