PASTI Indonesia –Papua Barat Daya – Dua peristiwa hukum yang mengguncang publik dalam kurun waktu berdekatan memperlihatkan betapa rapuhnya tatanan hukum di
“Keadilan yang Dikhianati: Laporan PASTI Indonesia atas Tragedi Diskrimnasi Anak di Sorong”
Jakarta, 9 Januari 2026 – Di negeri yang menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran, kita menyaksikan sebuah ironi yang menyayat hati. Dana umat
“Diskriminasi Anak di Sorong: Polisi Menutup Mata, Hakim Membuka Jalan”
PERNYATAAN SIKAP PASTI INDONESIA Terkait Sidang Lanjutan Kasus Diskriminasi Anak Karyn Pengadilan Negeri Sorong, 7 Januari 2025 “SP3 Prematur, Hak Anak Dikorbankan:
Sidang Lanjutan Gugatan Diskriminasi Anak di SD Kalam Kudus Sorong – Agenda Pembuktian Dokumen di PN Sorong, 7 Januari 2026
Jakarta, 6 Januari 2026 – PASTI INDONESIA (Perhimpunan Persatuan Aksi Solidaritas untuk Transparansi dan Independensi Indonesia) kembali menyampaikan siaran pers resmi terkait
PASTI Indonesia: Indikasi “Masuk Angin” di Polda Papua Barat Daya, Penghentian Penyelidikan Prematur Adalah Penghinaan terhadap Hak Anak
Jakarta, 30 Desember 2025 – Perhimpunan PASTI Indonesia menyampaikan kecaman keras atas rangkaian diskriminasi yang menimpa seorang anak berusia 9 tahun, Marisca
PASTI Indonesia Kecam Tindakan Diskriminasi Terhadap Anak Yang Terjadi di Sorong! Serta Ingatkan : Teror, Intimidasi & Upaya Persekusi adalah Tindak Pidana!
Jakarta, 27 Desember 2025 – Perhimpunan PASTI Indonesia menyampaikan kecaman keras atas tindakan diskriminatif yang menimpa seorang anak berusia 9 tahun, Karyn,
PASTI Indonesia 2026: “Di Luar Sistem, Bersama Masyarakat”
Refleksi Perjalanan Tahun 2024 menjadi titik balik penting bagi PASTI Indonesia. Dengan semangat perubahan, kita mendukung kandidat-kandidat kepala daerah yang dianggap bersih
Dukungan PASTI Indonesia terhadap Laporan YLBHI “Papua dalam Cengkeraman Militer: Situasi HAM 2023–2025”
PASTI Indonesia, sebagai lembaga advokasi publik yang berkomitmen pada transparansi, keadilan, dan partisipasi rakyat, menyampaikan sikap resmi terkait laporan terbaru Yayasan Lembaga
125 Tahun Fakfak: Arsip Luka dan Politik Tertawa
Di tengah panggung ulang tahun ke-125 Kabupaten Fakfak, tiga tokoh duduk tertawa di satu meja: Samaun Dahlan, Donatus Nimbitkendik, dan Bahlil Lahadalia.
“Pegang Kepala Lepas Ekor, Lepas Ekor Pegang Kepala” Kemunafikan Konservasi: Ketika Satwa Diangkat, Adat Dibakar, dan Rakyat Papua Mati Setiap Hari
PERNYATAAN SIKAP PUBLIK PERHIMPUNAN PASTI INDONESIA “Pegang Kepala Lepas Ekor, Lepas Ekor Pegang Kepala” Kemunafikan Konservasi: Ketika Satwa Diangkat, Adat Dibakar, Hutan
No More Posts Available.
No more pages to load.
