SIARAN PERS
Jakarta, 30 September 2025
PASTI Indonesia (Perhimpunan Aksi Solidaritas untuk Transparansi dan Independensi Indonesia) menyampaikan sikap resmi terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi (Tipidkor) terhadap Bupati Manokwari, Hermus Indou, yang dilayangkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh kelompok yang mengatasnamakan AGPEMARU.
Kami tegaskan: PASTI Indonesia tidak sedang membela Hermus Indou. Silakan saja diperiksa. Jika memang ditemukan bukti korupsi yang valid dan dapat diuji secara hukum, kami mendukung penuh proses penegakan hukum yang cepat, transparan, dan adil.
Kami juga tidak menutup mata terhadap kenyataan di lapangan. Sosok Hermus Indou memang jauh dari kesempurnaan. Banyak janji politik yang belum terealisasi, dan suara kekecewaan dari masyarakat Manokwari sangat nyata. Namun, toh tanpa harus dibunuh karakternya, masyarakat punya hak penuh untuk menilai dan menentukan pilihan politiknya secara demokratis. Jika memang kecewa, 2029 nanti adalah ruang sah untuk tidak mendukungnya sebagai Calon Gubernur Papua Barat.
Yang kami tolak adalah pola pelaporan yang tidak berdasar. Laporan Tipidkor yang dilayangkan ke KPK tidak merujuk pada LHP BPK, tidak menyertakan data audit resmi, dan tidak menunjukkan bukti hukum yang dapat diuji. Lebih janggal lagi, laporan tersebut muncul justru saat Hermus Indou sedang fokus menertibkan tambang emas ilegal di Distrik Wasirawi, yang merugikan daerah hingga Rp375 miliar per tahun.
Kami menduga kuat bahwa laporan ini merupakan bagian dari upaya pelemahan terhadap perjuangan membongkar tambang ilegal,
PASTI Indonesia mendukung supremasi hukum. Tapi hukum harus ditegakkan dengan bukti, bukan dengan opini. Dan kami tidak akan segan melakukan pelaporan resmi jika memang ditemukan indikasi korupsi yang nyata dan dapat diverifikasi.
Kami menyerukan kepada semua pihak, termasuk KPK, untuk tetap independen dan tidak terjebak dalam permainan politik yang memanfaatkan isu hukum sebagai alat tekanan. Publik berhak tahu mana kritik yang jujur, mana yang hanya kamuflase dari kepentingan.





